Saturday, August 13, 2022

Vanda Biru Raih TahtaTertinggi di Thailand

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Jawara kelas vanda itu memang tidak ada lawannya sejak penilaian putaran pertama. “Ia tampil prima. Ukuran petal besar lebih dari 20 cm tersusun melingkar seperti spiral. Bunga berselimut warna biru merata dari bunga pertama hingga terakhir.

Corak mirip jaring laba-laba mempercantik penampilan anggrek itu,” papar Wirakusuma Silamurti, juri asal Indonesia. Keunggulan lain, tangkai bunga tegak dan lurus tanpa bantuan kawat penyangga. Tak heran jika 26 dari 30 juri mengganjar penghuni pot 2.116 itu sebagai grand champion.

Perjalanan vanda pakchong blue menuju tahta tertinggi kontes itu tidaklah mudah. Ia mendapat perlawanan sengit dari jawara kelas cattleya. Sosoknya tak kalah cantik. Di arena kontes, Trubus melihat pengunjung banyak merubung cattleya chiangray itu . “Penampilannya amat showy. Petal besar berwarna putih bersih dipadu sepal ungu tua membuat ia terlihat glamour,” tutur Wira. Sayangnya, ada 1—2 bunga yang susunan sepalnya terbalik.

Dominasi vanda

Yang turut memperebutkan tahta grand champion adalah jawara di kelas vanda intergenetik. “Vanda aseda tubtim velvet x vasco nongkham berwarna merah muda terang dengan sepal cokelat itu tampil anggun. Jarang ada ascosenda berwarna sebagus itu,” ujar Wira pada Destika Chayana saat ditemui di kediamannya di Pasuruan. Namun, bunganya tidak selebat pakchong blue.

Pertarungan paling ketat memang terjadi di kelas vanda dan cattleya. Maklum, kedua kelas tersebut diikuti anggrekanggrek jawara di berbagai kontes. Jumlah pesertanya pun paling banyak karena Thailand memang gudangnya anggrek berpetal besar itu.

Kontes di lapangan Roses Garden, Thailand, itu diselenggarakan untuk kedua kalinya. Lebih dari 800 tanaman asal beberapa negara ikut bertanding. Peserta datang dari Malaysia, Singapura, Philipina, Taiwan, dan Thailand. Kontes bertajuk December Horticulture Fair 2003 itu merupakan rangkaian acara untuk memeriahkan ulang tahun ke-75 Raja Bhumibol Adulyadej.

Taman anggrek

Pada kontes itu juga dilombakan taman anggrek untuk pertama kalinya. Peserta datang dari Thailand, Singapura, dan Malaysia. Peserta asal Thailand di nomor 4 berhasil merenggut poin terbanyak. “Harmonisasi warna bunga, putih, kuning, dan merah terpadu dengan apik,” ujar Pajaravilai, juri asal Thailand. Rancangan bertajuk great hana itu menceritakan istana Raja Bhumibol Adulyadej dengan angsa di sungai. Keempat juri sepakat menobatkan designer Blue Orchids sebagai yang terbaik.

Saingannya, Tuy Orchid tak kalah kreatif. “Sayang, ia memotong tangkai bunga terlalu pendek. Padahal eksportir biasanya mencari anggrek bertangkai panjang,” ungkap Pajaravilai. Toh, taman berjudul Damrong Bancha itu tetap sukses meraih julukan taman terfavorit. (Bertha Hapsari/Peliput: Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img