Monday, November 28, 2022

VCO Atasi Derita Stroke

Rekomendasi

Sa’dan bagai menanti dentang lonceng kematian. Pria berbadan tegap itu koma dan terbaring lemah rumah sakit. Separuh tubuh lumpuh dan mati rasa. Sejak vonis dijatuhkan, kondisi kesehatan pria tahun itu memburuk.

Derita itu berawal pada 2000. Sepeda motor berkecepatan tinggi menyambar tubuh penggemar lari pagi itu ketika menyeberang j a l a n . Akibatnya kaki kanan hancur dan gagal dipertahankan sehingga harus diamputasi. “Saya mesti rela kehilangan satu kaki,” ujarnya. Olahraga menjadi impian terlarang baginya. Sehari-hari Sa’dan hanya bisa duduk diam di kursi roda.

Sebelumnya pensiunan Dinas Tenaga Kerja Tanjungpinang, Kepulauan Riau, itu tak pernah mengalami keluhan sakit yang berarti. Tubuhnya segar-bugar meski usia tua beranjak menjemput. Pria kelahiran 31 Desember 1937 itu memang rajin jalan kaki hingga 5 km di pagi hari. Pada sore hari ia aktif bermain tenis.

Risiko stroke

Vonis stroke diterima ketika ia hendak memasang kaki palsu. Sebelum kaki buatan itu dipasang, ayah 3 anak itu mesti menjalani pengecekan kesehatan di Mahkota Medical Center Malaka, Malaysia. Hasilnya Sa’dan menderita hipertensi berkomplikasi kolesterol tinggi.

Penderita hipertensi berisiko besar digempur stroke. Menurut Dr Satya Hanura, Sp.S., ahli penyakit saraf di Rumah Sakit Jakarta, kadar kolesterol dalam darah kian tinggi menjadi faktor pemicu sekunder. Hipertensi menjadi faktor mayor risiko stroke. Itu karena hipertensi berpengaruh langsung terhadap proses fi siologi peredaran darah dalam otak. Akibatnya, timbul gangguan aliran darah menuju otak sehingga mempermudah terjadinya stroke dan atrofi otak. Atrofi otak ialah pengerutan atau penciutan otak. Pada beberapa kasus atrofi menyebabkan koma.

Sa’dan sama sekali tidak menyangka dirinya tengah diintai penyakit maut. Trauma kehilangan kaki sudah cukup menyayat hati. Pantas jika selepas pemasangan kaki palsu, nasihat dokter di rumah sakit negeri jiran untuk selalu menjaga pola makan dan olahraga teratur seakan terlupakan. Pascapemasangan kaki palsu Sa’dan stres berlebihan. Stroke pun seakan tinggal menunggu waktu. Sebab aliran darah ke otak dipastikan terganggu.

Malam pada pertengahan 2002, bungsu 3 bersaudara itu pusing hebat, muntah-muntah, kejang, demam, hingga koma. Keluarganya membawa pria 5 cucu itu ke RSUD Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dua hari di sana kondisinya tak kunjung membaik. Putra-putrinya memutuskan mengirim sang ayah ke Mahkota Medical Center Malaka, Malaysia. Di meja dokter ahli Sa’dan menjalani CT scan dan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mendeteksi penyakit.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, Sa’dan menderita stroke iskemik alias penyumbatan aliran darah ke otak. “Stroke iskemik memang menyebabkan suatu infark atau jaringan mati karena tidak mendapat darah lebih kurang 80%,” tutur Dr Satya Hanura, Sp.S.

Antihipertensi

Demi kesembuhan Sa’dan dirawat hingga 45 hari di rumah sakit. Ia menjalani terapi antihipertensi. Pemeriksaan haemoglobin, hematokrit, eritrosit, lekosit, masa pendarahan, dan pembekuan darah rutin dilakukan. Jalan nafasnya pun menjadi perhatian utama dokter. Saat jalan nafas tersumbat, lendir segera disedot untuk mencegah kekurangan oksigen. Masuknya cairan, kalori, dan elektrolit juga terus dipantau. Peningkatan suhu tubuh sangat dihindari dengan pemberian obat antipiretik atau kompres. Obat-obat lain seperti plaviks, crestor, dan prexum dikonsumsi tanpa henti.

Kondisi kesehatannya membaik, tetapi Cuma sesaat. Konsumsi obat-obatan itu malah berdampak buruk. Lambung Sa’dan mengalami pendarahan karena terinfeksi plaviks. Obat itu berfungsi sebagai pengencer darah khusus penderita stroke demi mencegah pembekuan darah.

Lambung yang terinfeksi itu menyebabkan kondisi Sa’dan menurun drastis. Kadar haemoglobinnya turun hingga mencapai angka 6,7, normalnya 14—15. “Pada kondisi seperti itu, penderita harus menerima transfusi darah,” ucap dr Satya Hanura, Sp.S.

Kesehatannya kian memburuk: tubuh lemas karena buang air besar berupa darah. Setelah menjalani transfusi darah, keadaan membaik. Penggunaan obat-obat medis dihentikan secara total untuk mencegah efek samping. Sayang, serangan stroke susulan kembali menghantui.

Mukjizat

Mencari titik cerah, ketiga putranya menyarankan terapi pijat akupunktur seminggu sekali. Tiga bulan berlalu kondisi Sa’dan tak kunjung membaik. Obat-obatan asal Cina penyembuh stroke berupa serbuk menjadi pilihan lain. Itu pun tak sanggup mengembalikan kesehatan tubuh.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Suatu ketika saat keluarga hampir putus harapan mencari kesembuhan. Subekti Yudianto, salah seorang anak Sa’dan, membaca tulisan tentang khasiat minyak kelapa murni alias virgin coconut oil (VCO) di Trubus. Di situ diterangkan salah satu manfaat VCO ialah untuk mengatasi stroke.

Tanpa pikir panjang Subekti membeli satu dos berisi 6 botol VCO di sebuah agen di Jakarta. Ia tak langsung memberikan minyak dara itu kepada ayahnya. Ia ingin membuktikan khasiat VCO itu lebih dulu. Setiap hari 3 sendok makan diteguk pada pagi, siang, dan sore. Hasilnya, stamina Subekti kian meningkat.

Tanpa ragu lagi ia menyarankan sang ayah untuk mengkonsumsi VCO. Dosisnya 2 sendok makan 3 kali sehari. Sebulan mengkonsumsi minyak dara, tubuh bagian kanan yang semula mati rasa mulai bisa digerakkan. Jemari tangan kanan mulai kokoh menggenggam sesuatu. Kaki kiri dan kaki buatan mulai bisa menumpu bobot badan. Sa’dan tak lagi kesulitan belajar berjalan. Senyum cerah pun kembali terkembang berkat VCO. Gejala serangan stroke tak pernah lagi dirasakan. Kursi roda yang setia menemani hari-harinya kini ia tinggalkan.

Aktivitas keseharian mengurus yayasan di sebuah SD swasta di Tanjungpinang kembali digeluti. Harihari pun dilalui dengan keceriaan bersama 5 cucu kesayangan. Minyak dara menjadi minuman rutin tanpa didampingi obat medis.

Bukti ilmiah

Kesembuhan Sa’dan itu bukan semata kebetulan. Itu dibuktikan secara ilmiah oleh Gillman M.W. dan Cupples L.A. dari Departemen Pencegahan dan Kepedulian Ambulatory, Sekolah Medis Harvard dan pelayanan kesehatan Pilgrim Harvard, Boston, Amerika Serikat. Mereka meriset hubungan antara stroke dan konsumsi jenis-jenis lemak pada orang-orang berusia lebih dari 50 tahun selama 20 tahun.

Responden terdiri atas 832 laki-laki, usia 45—65 tahun, dan bebas penyakit cardiovascular. Diet dari tiap subyek ditaksir pada 24 jam pertama, dengan cara pemantauan makanan diet sehari-hari mulai dari masukan energi hingga makronutrien. Dalam analisis dikalkulasikan penyesuaian usia terhadap tingkat terjadinya stroke. Digunakan pula cox-regression untuk menentukan terjadinya stroke yang secara relatif memiliki risiko selama 20 tahun kelanjutan.

Dari grafi k kesimpulan didapatkan, risiko stroke iskemik menurun menyeberangi garis peningkatan quintile total lemak, lemak jenuh, dan lemak monounsaturated, tetapi bukan lemak poliunsaturated. Kesimpulannya, konsumsi lemak jenuh dan lemak monounsaturated menurunkan risiko stroke iskemik pada manusia. Minyak kelapa murni mengandung asam lemak jenuh rantai sedang sehingga mampu mencegah stroke.

Menurut dr Satya Hanura, Sp.S., konsumsi minyak dara bagi para penderita stroke berefek positif. Sebab VCO mengandung asam lemak rantai sedang yang mudah diserap usus. Tanpa bantuan enzim pankreas pun VCO mudah didistribusikan ke hati dan diubah menjadi energi langsung. “Energinya cukup tinggi, 9 kalori per gram,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Murray Price, Ph.D dalam Coconut Oil for Your Health, menjelaskan kandungan medium chain fatty acid (MCFA) dalam minyak kelapa murni terdiri dari asam laurat, asam miristik, asam palmitik, asam stearik, asam linoleik, dan asam lemak bermanfaat lainnya. Dengan komposisi bebas lipoprotein itu, VCO baik dikonsumsi penderita stroke karena tidak menambah timbunan lemak.

Ahli gizi dari Amerika Serikat, Charles T.McGee, M.D., dalam Heart Frauds: Uncovering the Biggest Health Scan in History, menjelaskan MCFA dalam VCO tidak seperti asam lemak lain. MCFA diserap langsung ke hati dan dibakar sebagai bahan bakar seperti karbohidrat. Lemak lain memerlukan enzim pankreatik untuk memecahnya ke dalam unit-unit kecil. Mereka diserap ke dalam dinding usus dan dikemas ke dalam bundelbundel lipid dan protein yang dinamakan lipoprotein. MCFA tidak mengalami proses menjadi lipoprotein karena langsung dibakar menjadi energi.

“Kaitan VCO dengan stroke itu pada lipoprotein. Karena salah satu parameter stroke ialah lipoprotein A alias LPA,” papar Satya Hanura. Jika asupan LPA ke dalam tubuh tinggi kemungkinan terserang stroke tinggi. Dari kacamata herbalis, konsumsi minyak jenuh tidak berefek buruk bagi penderita stroke. Agus Imam Wahyudi, herbalis di Warungbuncit, Jakarta Selatan, menjelaskan konsumsi asam lemak tidak berbahaya, asal bukan asam lemak yang mengalami pemanasan sehingga menyebabkan timbunan kolesterol.

Stroke terjadi karena penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol. Akibatnya sel darah merah tidak dapat lewat sehingga muncul penyumbatan. Itu menyebabkan tidak ada gang-gang samping untuk mengalirkan darah.

Asam lemak jenuh juga terbukti ampuh menumpas faktor mayor penyebab stroke yang menimpa Sa’dan. Stroke yang diderita Sa’dan dipicu hipertensi dan gangguan kolesterol tinggi. VCO bekerja menumpas stroke dengan cara menurunkan tekanan darah dan menormalkan kolesterol dalam darah. Minyak perawan itu melarutkan endapan lemak dan kolesterol di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya luas permukaan pembuluh darah kembali besar dan normal seperti sediakala. Tekanan darah pun kembali normal.

Kandungan MCFA-nya mudah terurai dan membakar lemak-lemak menjadi energi sehingga tidak menghasilkan asam lemak radikal bebas penyebab kolesterol. Dalam darah, asam laurat bakal terurai menjadi monolaurin dan melarutkan kolesterol sehingga peredaran darah menjadi lancar. Dengan segudang bukti ilmiah itu, minyak kelapa murni ibarat segenggam harapan kesembuhan bagi penderita cerebrovascular diseases alias stroke. (Hanni Sofi a/Peliput: Evy Syariefa dan Lastioro Anmi)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img