Wednesday, September 28, 2022

Walet Migrasi

Rekomendasi

Di beberapa daerah yang dulunya tidak pernah dijumpai burung walet, sekarang banyak sekali ditemui walet terbang melintas. Sewaktu dibangun rumah pancingan, ternyata walet mau menghuninya. Peristiwa itu terjadi di Panimbang, Banten, Metro, Lampung, dan Bangka Belitung. Melihat fenomena ini, apakah burung walet suka berpindah/migrasi ke tempat lain dan faktor apa yang mempengaruhinya?

Adi
Jalan G Gang E No. 2, Slipi
Jakarta Barat
Dr Boedi Mranata

Sebenarnya fenomena migrasi burung-burung liar disebabkan perubahan lingkungan pada periode waktu tertentu. Misalnya akibat perubahan musim. Setiap memasuki musim dingin, banyak jenis burung yang bermigrasi ke tempat yang lebih hangat dan mereka akan kembali ke daerah asal ketika musim dingin berakhir. Namun untuk walet, perpindahan antardaerah bersifat permanen. Di daerah hunian baru, burung walet tinggal menetap sampai beranak-pinak dan tidak kembali lagi ke habitat lamanya. Perpindahan di pengaruhi karena interaksi kompleks dari berbagai faktor, seperti:

  1. Pakan dan kepadatan populasi. Pakan menjadi faktor utama migrasi walet. Ketidaktersediaan pakan di suatu tempat membuat walet pindah ke tempat yang lebih “subur”.
  2. Kepadatan populasi. Ledakan populasi akibat semakin banyaknya budidaya di sentra walet menyebabkan anakan walet kesulitan mencukupi kebutuhan pakan mereka. Karenanya walet berusaha mencari pakan di tempat yang populasi waletnya belum padat.
  3. Bencana alam. Bencana alam seperti kebakaran hutan, tsunami, banjir menyebabkan banyak rumah walet yang hancur dan rusak. Akhirnya walet pun bermigrasi ke daerah yang lebih aman.
  4. Gangguan manusia. Gangguan yang berlebihan terhadap habitat asli walet seperti gua-gua alam banyak mengubah kondisi lingkungan sekitar. Apalagi ditambah dengan ekploitasi pemanenan yang terus-menerus. Kondisi itu membuat burung-burung tidak nyaman tinggal di habitat aslinya. Faktor inilah yang membuat walet berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kasus yang paling menarik, di daerah Setiawan, di Semenanjung Malaysia. Pada 1997 hanya terdapat 10 rumah walet, tapi kini ada sekitar 1.200 rumah walet menyebar di sana. Diperkirakan walet yang menghuni rumah-rumah itu berasal dari pantai timur Sumatra Utara.***

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Permintaan Produk Organik Kian Meningkat

Trubus.id — Permintaan produk organik mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia terjadi karena munculnya kesadaran menjaga kesehatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img