Thursday, February 9, 2023

Warto Prabowo Sukses Raup Laba Besar dari Bisnis Minyak Gaharu

Rekomendasi

Trubus.id — Nyaris setiap orang menyukai aroma wangi. Salah satu tanaman yang kerap digunakan sebagai bahan baku produk wewangian adalah gaharu. Gaharu lazim diolah menjadi dupa hingga minyak gaharu.

Warto Prabowo, salah seorang yang meraup laba dari bisnis minyak gaharu. Menurutnya, permintaan minyak gaharu masih tinggi. Produsen di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, itu mengaku baru sanggup memproduksi 600 ml minyak setiap bulan.

Kecil? Tunggu dulu, ia mengemas dalam tola atau botol minyak bervolume 12 ml. Harga setiap tola US$250–US$350 setara Rp3,5 juta–Rp4,9 juta. Melalui perniagaan minyak itu saja Warto bisa menghasilkan minimal Rp175 juta setiap bulan.

Warto juga berniaga kayu gaharu dalam bentuk cip atau potongan kayu berukuran kecil. Oleh karena itu, omzet Warto membubung hingga Rp275 juta per bulan. Ia memasarkan minyak gaharu ke kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, serta Eropa (Belanda dan Jerman).

Penyuling sejak 2015 itu rutin mengekspor minyak gaharu setiap bulan. Sebelum memproduksi minyak gaharu, Warto mendapatkan pasar ekspor dari rekan kerja lamanya. “Teman saya yang dari Timur Tengah ketika itu mencari minyak gaharu untuk wewangian,” ujar Warto mengenang kejadian pada 2010.

Di Timur Tengah, wewangian berbahan dasar minyak gaharu menjadi kebutuhan pokok. Pasar ekspor dari Timur Tengah menghendaki minyak gaharu beraroma khas kekayuan atau woody. Selain itu, Warto juga memasok pasar domestik ke Jakarta, Surabaya, Sumatra, dan Kalimantan.

Warto menyuling kayu gaharu dari kebun sendiri dan mitra. Ia membudidayakan Aquilaria mallacensis dari Sumatra dan Gyrinops versteegii—masing-masing di lahan 1.400 meter. Lokasi budidaya tersebar di tiga lokasi, yakni Susukan, Purwanegara, dan Mandiraja—ketiganya di Kabupaten Banjarnegara.

Warto juga membuka lahan di Bengkulu dan Sumatra Selatan, dengan luas lahan 1 hektare. Populasi 500 tanaman per hektare. Ia mengawali agribisnis pada 2008 setelah memutuskan “pulang kampung” dari Jakarta. Selama dua tahun, pemuda itu bekerja keras mengumpulkan modal di perusahaan otomotif.

Kesuksesan Warto saat ini bukan tanpa aral. Ia mengaku sempat mengalami kerugian hingga Rp80 juta saat awal-awal menekuni bisnis minyak gaharu. Namun, Warto tidak putus asa, kerugian yang dideritanya malah memacu semangatnya dalam berbisnis.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img