Wednesday, August 17, 2022

Yang Mini Jadi Perisai

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tablet berisi beragam bakteri itu menyediakan kebutuhan tanaman. Kecukupan hara membuat tanaman sehat dan tidak mudah terserang penyakit

 

Semula hanya lima rumpun padi yang terserang tungro di sawah milik Usman Suparman. Petani di Desa Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Provinsi Jawa Barat, itu  mencabut rumpun berdaun kuning dan membakarnya. Tujuannya agar tak menyebar ke tanaman lain. Namun, apa lacur penyakit akibat virus itu kembali menyerang rumpun lain. Usman kembali mencabut dan membakarnya. Kejadian itu beberapa kali terulang.

Hanya berjarak 5 meter dari sawah pertama itu, Usman juga menanam padi di sawah kedua. Waktu tanam dan varietas juga sama. Namun, di sawah kedua tanaman anggota famili Poaceae itu lebih tahan dari serangan tungro. Ada tanaman yang terserang memang, tetapi Usman membiarkannya. Ia sengaja tak mencabut padi terserang untuk melihat dampak penyebaran ke tanaman sehat. Namun, serangan tak meluas dan Usman akhirnya dapat panen ketika padi di sawah kedua berumur 119 hari.

Bakteri baik

Padi-padi di sawah kedua Usman lebih tahan serangan tungro. Padahal, saat itu serangan virus itu meluas di sekitar lahannya. Menurut Usman ketahanan tanaman itu setelah ia beberapa kali memberikan pupuk hayati. Pertama, sebelum menyemai, petani 67 tahun itu merendam benih dalam larutan pupuk hayati. Ia tinggal melarutkan 1 tablet probiotik dalam 2 liter air selama dua hari.

Setelah itu ia meniriskan dan menyemai benih di loyang plastik berukuran 30 cm x 30 cm setinggi 5 cm dengan media tanah dan pupuk kandang berasio 1 : 1. Pada hari ke-9, saat bibit tumbuh setinggi 15 cm, ia memindahkan ke lahan. Lazimnya, petani menanam bibit berumur 30 hari, saat tingginya mencapai 40 cm. Pemberian kedua, saat kerabat jagung itu berumur 30 hari.

Usman kembali melarutkan pupuk hayati berbentuk tablet. Ia melarutkan 2 tablet probiotik endofit dalam 150 ml air, lalu mendiamkan dalam wadah terbuka. Selang 12 jam, ia menambahkan air sampai volume menjadi 14 liter, kemudian memasukkan ke tabung semprot. Untuk lahan 800 m2, ia menghabiskan satu tabung semprot setara 2 tablet berukuran setara koin ratusan. Penyemprotan hanya satu kali selama masa tanam.

Perlakuan seperti itu tak ia terapkan pada sawah pertama yang akhirnya terserang tungro. Ia memang tengah menguji keampuan pupuk hayati yang disebut-sebut meningkatkan kekebalan tanaman. Pupuk hayati dalam tablet itu sebetulnya berisi bakteri baik seperti Acinetobacter sp, Azospirillum brasilense, Azotobacter chroococcum, Bacillus endophiticus, dan   Klebsiella sp.

Menurut Ir Gunawan Sutio, direktur pemasaran PT Prima Agro Tech, bakteri-bakteri itu menunjang pertumbuhan padi. Ia mencontohkan Azotobacter chroococcum yang berfungsi menambat unsur nitrogen dari udara atau Pseudomonas sp yang melarutkan fosfat. “Bakteri-bakteri itu mampu hidup dalam jaringan padi tanpa menimbulkan efek buruk, sebaliknya justru mampu menghasilkan hormon pertumbuhan seperti IAA (indole acetic acid) alias auksin,” tutur Gunawan.

Itulah sebabnya Usman menyemprotkan larutan bakteri itu pada pukul 07.00 saat matahari belum terik. ”Yang disemprotkan pada tanaman adalah agen hayati, jadi bila diaplikasikan lebih dari jam 08.00 ketika sinar matahari mulai terik dikhawatirkan bakteri akan mati,” tutur Usman. Dengan cara menyemprotkan bakteri-bakteri itulah padi di sawah Usman tak rentan terserang penyakit.

Terbukti

Bukan hanya Usman yang membuktikan keampuhan bakteri itu. Ir Rohman Abduroman dari Perkampungan Organik Gasol, Kabupaten Cianjur, melakukan percobaan pada 2 varietas mirip cara Usman masing-masing di lahan 1.500 m2.  Setelah merendam bibit menggunakan probiotik endofit itu pertumbuhan bibit lebih seragam. Selain itu daya kecambah 90%, biasanya 75%.

Petani lain, Arif, di Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, menggunakan pupuk hayati itu pada padi ciherang. Hasilnya produktivitas meningkat. Ia menuai 690 kg gabah kering per  700 m2, di lahan lain seluas 910 m2 tanpa aplikasi pupuk hayati, 500 kg. Arif menuturkan pada padi dengan pemberian probiotik endofit rata-rata muncul 27 anakan, sedangkan pada padi tanpa perlakuan, 19 anakan.

Mengetahui manfaat pupuk hayati itu, banyak petani seperti Usman berencana memperluas penanaman hingga 2 ha. Bagaimana duduk perkara  pupuk hayati meningkatkan kekebalan tanaman? Menurut Kepala Instalasi Pengamatan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Ir Budi Utoyo, sampai saat ini belum ada bahan hayati atau kimia yang sanggup memberantas tungro.

Untuk menanggulangi serangan virus berbentuk batang rice tungro bacilliform virus (RTBV) hanya dengan menyehatkan tanaman. “Kecukupan hara mikro maupun makro membuat tanaman sehat dan tidak mudah terserang penyakit,” tutur Budi. Itu sejalan dengan hasil riset Dr Sarlan Abdulrachman, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Padi, Subang, Jawa Barat. Sarlan membuktikan, probiotik endofit mengefektifkan penyerapan pupuk.

Akibatnya kebutuhan pupuk NPK anorganik pun  terpangkas hingga 25% pada budidaya konvensional. Para petani di Cianjur menerapkan budidaya organik sehingga tak memerlukan pupuk anorganik sama sekali. Selain itu pupuk hayati meningkatkan imunitas tanaman sehingga efektif mengontrol bacterial leaf blight alias penyakit hawar daun. Itu terbukti di lahan Usman, yang hanya diberi sepertiga jumlah pupuk kandang atau 200 kg.

Spesiifik

Menurut Dr Wiwik Eko Widayati, peneliti di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Pasuruan, Jawa Timur, setiap pupuk hayati mestinya spesifik untuk tanaman tertentu. Musababnya, tidak ada bakteri yang mampu hidup dalam semua jaringan berbagai jenis tanaman. Artinya, bakteri yang cocok untuk suatu jenis tanaman belum tentu cocok untuk tanaman lain.

“Tanpa kecocokan antara bakteri dan tanaman, salah satu akan kalah sehingga pada akhirnya tidak membantu pertumbuhan tanaman,” tutur Wiwik. Jika bakteri lebih kuat, pertumbuhan tanaman justru terganggu. Setiap bakteri, entah baik maupun jahat, bisa masuk ke jaringan epidermis di semua organ tanaman. Bila yang lebih dahulu masuk ke jaringan tanaman bakteri baik, mereka akan bekerja sama.

“Misalnya bakteri penambat nitrogen memerlukan energi untuk bisa menambat nitrogen di udara, energi itu diperolehnya dari tanaman. Setelah nitrogen itu tertambat selanjutnya akan digunakan tanaman untuk metabolisme,” tutur Prof Abdul Karim, periset padi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor, Jawa Barat. Saat kerja sama terjalin, bakteri baik menciptakan lingkungan yang menghambat pertumbuhan bakteri atau virus jahat. Itu yang terjadi di sawah Usman, tungro pun menjauh. (Muhamad Khais Prayoga)

Kunci Tangguh


  1. Rendam benih dalam 2 liter air yang sudah dicampur tablet probiotik endofit, berikan 2 hari
  2. Tanam di bak persemaian. Uji coba menunjukkan daya kecambah mencapai 90%, biasanya 75%. Selang 9 hari bibit siap tanam

 

 

 

 

Keterangan Foto :

  1. Padi sehat lebih tahan serangan penyakit
  2. Dr Wiwik Eko Widayati (kiri) dan Prof Abdul Karim (kanan) penggunaan pupuk hayati mesti spesifik untuk tanaman tertentu
  3. Rice tungro baciliform virus (RTBV) hanya bisa diatasi dengan menyehatkan tanaman
Previous articleCeruk Son dan Cung
Next articleMereka Sempurnakan Rasa
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img