Monday, November 28, 2022

Yang Muda Yang Juara

Rekomendasi

Berusia muda, Sri Mergong sukses meraih gelar best of the best.

 

Udara sejuk di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, tak membuat Sri Mergong urung berlenggok. Kakinya yang mungil terus melangkah seraya ia membusungkan dadanya yang tegap. Sesekali serama itu merentangkan kedua sayapnya, lalu menariknya ke depan. Tingkah juara kelas jantan muda-kategori untuk serama berumur 6-9 bulan-itu membuat 5 dari 6 juri menjatuhkan pilihan pada koleksi Ralls Galaxy Rain Farm asal Jakarta itu sebagai best of the best pada acara Latihan Bersama Kecantikan Serama Se-Bandung Raya 2012.

Padahal menurut Johan Nasution, peserta asal Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat, udara dingin karena cuaca atau pendingin ruangan membuat serama cenderung diam. Itu tentu saja merugikan karena sang kontestan kehilangan angka dari penilaian gaya. “Sri Mergong layak menjadi best of the best karena tetap aktif bergaya walau pun udara dingin,” ujar Bambang Trihatmoko, salah satu juri.

Dalam pemilihan best of the best itu Sri Mergong bersaing ketat dengan Kereta Kebal juga dari Ralls Galaxy Rain Farm. Sorak-sorai penonton pendukung juara kategori jantan dewasa B-untuk serama berbobot 361-500 g-itu tak kalah meriah. Sayang, ia kalah aktif dibanding Sri Mergong. Kereta Kebal hanya meraih satu suara juri.

Kelas dangdut

Latihan bersama pada 6 Mei 2012 itu sekaligus menjadi ajang kontes perdana yang diselenggarakan Paguyuban Penggemar Serama Parahiyangan (P2SP). “Semula kami hanya berencana melakukan latihan bersama. Ternyata antusiasme peserta cukup tinggi. Akhirnya konsep pun berubah menjadi seperti kontes,” ujar ketua P2SP, Tonny Rustandi. Dalam acara itu 135 peserta dari Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok beradu cantik dalam 12 kategori.

Acara di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang itu tak hanya diikuti para hobiis kawakan serama, tetapi juga hobiis-hobiis cilik. Contohnya Robertus Agung Nugroho dan Albertus Agung Yonathan, keduanya asal Lembang yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kakak-adik itu mulai gandrung serama pada 2011. “Kami ingin menunjukkan bahwa serama juga digemari anak-anak,” ujar Tonny.

Selain serama, kontes lainnya adalah ayam ketawa di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Pada ajang dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-37 TMII itu sebanyak 115 peserta dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung beradu merdu. Mereka terbagi dalam kelas dangdut, disko, slow, dan remaja. Kelas yang paling ramai pesertanya adalah kelas remaja sehingga panitia mesti melakukan 3 kali babak penyisihan. Dalam pertarungan sengit di kelas itu, ayam ketawa koleksi H Adli, Kakado, sukses meraih juara.

Menurut Ki Amar, juri dari Jakarta, Kakado memang tampil luar biasa. Ia terus-menerus berkokok seperti tak kehabisan tenaga. “Suara depan, tengah, penutup, iramanya bagus sekali. Suaranya juga bersih, tidak terdengar suara ‘r’ di suara akhir,” katanya.

Kakado sejatinya bersaing ketat dengan dua kontestan lain. Namun, kedua pesaingnya itu berirama pendek dan ketukannya kurang berirama. “Itu bisa jadi karena ayam kelelahan unjuk suara dari pagi. Di babak final, kualitas suara beberapa ayam menurun dibandingkan saat babak penyisihan,” tutur Ki Amar. Pantas bila para juri yang terdiri atas Mufan Rifai asal Magelang, Jawa Tengah, Dude (Probolinggo, Jawa Timur), Ki Amar (Jakarta), dan Dedi (Jawa Barat) memberi nilai tertinggi bagi Kakado.

Persaingan tak kalah seru juga terjadi di kelas dangdut sehingga babak penyisihan berlangsung 3 kali. Dalam persaingan itu ayam ketawa koleksi M Arshad asal Makassar, Sulawesi Selatan, Citramas, keluar sebagai juara. Bagi Arshad, gelar juara itu begitu istimewa karena itu adalah kontes perdana yang ia ikuti. Kontes yang diselenggarakan Persatuan Ayam Ketawa Seluruh Indonesia (PAKSI) menjadi ajang unjuk gigi hobiis asal Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka sukses memborong juara di tiga kelas.

Maskoki dan cupang

Adu elok ikan hias juga berlangsung di beberapa kota. Sebut saja kontes maskoki di Bandung Trade Mall (BTM), Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 27-29 April 2012. “Ini merupakan kontes nasional ke-3 yang diselenggarakan PIKBI (Perhimpunan Ikan Koki Bandung Indonesia),” kata Johanes Robert Lesmana, ketua panitia. Total peserta 205 ikan yang bersaing di 20 kelas.

Menurut ketua PIKBI, Denny Susanto, kontes kali ini memecahkan rekor jumlah peserta. “Selama ini kontes maskoki di Bandung belum pernah menacapai 200 peserta. Kualitas peserta juga meningkat dibandingkan sebelumnya,” katanya. Kesuksesan kontes kali ini berkat dukungan penuh dari hobiis maskoki asal Kediri dan Tulungagung (Jawa Timur) yang mengirimkan sekitar 40 peserta.

Kontes memperebutkan trofi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung itu berlangsung ketat. Setelah 4 jam penjurian, para juri yang terdiri dari Oki Odang dari Jakarta, Affan (Jakarta), dan Agus (Yogyakarta) akhirnya menobatkan ryukin superjumbo milik Hendrik Nursalim asal Jakarta menjadi grand champion. Maskoki berumur setahun itu memang tampil maksimal. “Dari sosok tubuh ia paling unggul. Cara berenangnya juga bagus dan aktif,” kata Oki Odang, salah satu juri.

Di Surabaya, Jawa Timur, berlangsung kontes cupang Indonesia Betta Contest 2012. Sebanyak 435 peserta dari Jakarta, Bekasi, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, dan Makassar bersaing meraih takhta juara. Panitia membagi peserta ke dalam enam kategori: serit, halfmoon, plakat, giant, junior, dan double tail. Keenam kategori itu dibagi lagi menjadi 38 kelas.

Dalam kontes memperebutkan piala Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan, itu terpilih 4 grand champion untuk kategori plakat, serit, halfmoon, dan open. Mereka adalah ikan milik Halim Cupang asal Pontianak, Kalimantan Barat, untuk kategori serit; dua ekor cupang koleksi Hendry Sutrisno asal Jakarta peraih GC halfmoon dan open, serta cupang Johan P asal Semarang untuk GC kelas plakat. (Pranawita Karina/Peliput: Bondan Setyawan, Imam Wiguna, dan Tri Istianingsih)

Keterangan Foto :

  1. Sri Mergong, koleksi Ralls Galaxy Rain Farm, Jakarta, best of the best Latihan Bersama Kecantikan Serama Se-Bandung Raya 2012
  2. Juara I kelas Dangdut ayam ketawa, Citramas milik M Arshad asal Makassar
  3. Grand champion, ryukin super jumbo koleksi Hendrik Nursalim asal Jakarta
  4. Juara I kelas remaja ayam ketawa, Kakado milik H Adli
  5. GC plakat koleksi Johan P asal Semarang, Jawa Tengah
  6. Para jawara kontes cupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img