Thursday, February 19, 2026

Mengintip Cara Budidaya Maitake di Jepang

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Jamur maitake salah satu jenis jamur yang populer di Jepang. Bagaimana budidaya jamur maitake? Berikut tahapan budidaya raja jamur di Jepang.

Budidaya dapat menggunakan polibag media tanam secara otomatis menggunakan mesin. Bahan baku media tanam 90% di antaranya adalah serbuk gergaji kayu oak, sisanya campuran tepung jagung, gandum cokelat, serta mikronutrisi.

Seluruhnya berbahan organik, tanpa ada tambahan zat kimia sintetis. Setiap polibag berbobot 2,9 kg. Media tanam dalam polibag disterilisasi dengan uap panas bersuhu 110oC selama 1 jam. Setelah itu media tanam didinginkan selama 6—7 jam.

Media tanam yang sudah dingin kemudian diinokulasi dengan bibit jamur maitake di dalam ruangan yang sangat steril.

Media tanam yang telah diinokulasi kemudian disimpan di ruangan khusus untuk menumbuhkan miselium selama 70 hari. Kondisi ruangan dijaga pada suhu 25oC dengan kelembapan 60%. Pada 30 hari pertama ruangan dalam kondisi gelap.

Setelah media tanam mulai diselimuti miselium berwarna putih, barulah ruangan dalam kondisi terang.

Pada hari ke-70, permukaan media tanam mulai tumbuh bakal tangkai buah jamur maitake. Polibag lalu didipindahkan ke ruangan pembesaran. Kondisi ruangan pembesaran dijaga pada suhu 20oC dengan kelembapan 90%.

Untuk menjaga kelembapan, terdapat sprayer yang terpasang di bagian atap ruangan. Jika kelembapan berkurang, maka sprayer akan mengabuti ruangan secara otomatis hingga kembali mencapai kelembapan ideal.

Delapan hari setelah polibag disimpan di ruang pembesaran, maitake siap panen. Hasil panen kemudian ditata dalam kotak keranjang plastik, lalu disimpan di ruang penyimpanan sebelum dikemas.


Artikel Terbaru

Hidroponik di Dataran Rendah: Tantangan Suhu Tinggi dan Strategi Menjaga Produktivitas

Budidaya hidroponik di dataran rendah kerap menghadapi kendala serius seperti produksi sulit melonjak cepat. Penyebab utamanya suhu di dalam...

More Articles Like This