Inovasi

BRIN dan UGM Kembangkan Bawang Merah Gamaba untuk Dataran Renda

Bawang merah menjadi salah satu komoditas pangan strategis dengan permintaan yang terus meningkat setiap tahun. Namun, produktivitasnya di dataran rendah masih terkendala keterbatasan varietas yang mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan tersebut. Menjawab tantangan itu, Badan Riset dan Inovasi...

Beras Analog Sukun, Inovasi Pangan Berbasis Komoditas Lokal

Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai pangan pokok terus mendorong upaya diversifikasi pangan. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan ialah beras analog berbahan baku tepung sukun sebagai sumber karbohidrat alternatif. Sukun merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi besar...

Olahan Sukun Kian Variatif dan Bernilai Tambah

Sukun (Artocarpus altilis) semakin dilirik sebagai sumber pangan lokal yang potensial untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Ketersediaannya melimpah dan kandungan gizinya yang tinggi menjadikan sukun sebagai alternatif strategis pengganti bahan pangan berbasis impor. Pemanfaatan sukun sebagai sereal menjadi...

Sargassum Jadi Ekoenzim Bernilai Tambah

Sargassum merupakan salah satu jenis rumput laut cokelat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun, pemanfaatan sumber daya pesisir tersebut masih belum optimal sehingga perlu inovasi agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Badan Riset dan Inovasi...

Lumare, Lulur Garam Laut Inovasi UGM Tingkatkan Nilai Tambah Garam Rakyat

Tim peneliti Pusat Studi Sumberdaya dan Teknologi Kelautan (PSSTK) Universitas Gadjah Mada mengembangkan inovasi kosmetik lulur mandi berbasis garam laut dan bahan alami. Produk bernama Lumare atau “Cahaya dari Laut” itu memanfaatkan garam pantai selatan yang dikenal bersih dan...

Nyamplung, Pohon Pantai Indonesia yang Berpotensi Jadi Bahan Bakar Masa Depan

Ketika dunia mulai mencari sumber energi alternatif pengganti fosil, pohon nyamplung (Calophyllum inophyllum) muncul sebagai salah satu kandidat potensial. Tanaman asli Indonesia ini tidak hanya menghasilkan minyak untuk bahan bakar nabati, tetapi juga mampu tumbuh di lahan kritis tanpa...

Teknologi Kultur In Vitro untuk Perbanyak Senyawa Aktif Purwoceng

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi kultur kalus dan kultur akar rambut (hairy root culture) untuk menghasilkan metabolit sekunder purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) secara lebih efisien. Inovasi tersebut diharapkan menjadi solusi untuk menjaga kelestarian tanaman obat...

Fermentasi Kakao Terkontrol Tingkatkan Mutu dan Keamanan Cokelat

Inovasi fermentasi kakao berbasis mikroba lokal menunjukkan hasil menjanjikan bagi peningkatan kualitas cokelat nasional. Prof. Tri Marwati, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, BRIN bersama tim mengembangkan teknologi fermentasi terkontrol menggunakan bakteri asam laktat Lactiplantibacillus plantarum...

Tepung Sukun, Olahan Lokal Bernilai Tinggi

Gusti Putu Sutarmi bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Laksmi Jaya di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, mengolah sukun menjadi tepung. Ide itu muncul karena hampir setiap anggota memiliki pohon sukun yang buahnya kerap terbuang...

Inkubator Tabung BRIN Dongkrak Produksi Benih Nila

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi inkubator telur ikan nila berbentuk tabung berbahan lokal. Inovasi itu dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas benih guna memenuhi tingginya permintaan pasar domestik. Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Mohamad Soleh, menjelaskan...
- Advertisement -

Latest News

Fakta Unik, Pakar IPB Ungkap Alasan Buah Tanpa Biji Tetap Bisa Berkembang Biak

Buah tanpa biji kerap dianggap sebagai tanaman yang tidak lagi mampu berkembang biak. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar...