Dua Varietas Tebu Unggul Berproduktivitas Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Dua varietas tebu unggul, NXI 04T dan Panjalu, memiliki sejumlah karakter yang berpotensi meningkatkan produktivitas tebu nasional. Keduanya memiliki produktivitas lebih dari 1.300 kuintal per hektare, rendemen tinggi, jumlah anakan banyak, serta ketahanan terhadap penyakit luka api.

Peneliti Pusat Penelitian Gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Faizal Donny Rifai, mengatakan NXI 04T berasal dari klon tebu unggul harapan JSR 1205-64 hasil persilangan Puslit Gula PTPN X pada 2012. Varietas tersebut kemudian diluncurkan pada 2023.

NXI 04T merupakan hasil pengembangan atau booster dari varietas Bululawang sehingga memiliki kemiripan secara fisik. Namun, varietas tersebut memiliki sejumlah keunggulan, seperti tahan terhadap penyakit luka api, memiliki banyak anakan, batang berbobot besar, dan jarang berbunga.

Produktivitas NXI 04T dapat mencapai lebih dari 1.360 kuintal per hektare dengan rendemen sekitar 10%. Karakter tersebut membuat sejumlah petani menjuluki NXI 04T sebagai “Bululawang Turbo”.

Varietas lainnya ialah Panjalu yang resmi ditetapkan sebagai varietas unggul pada Juni 2025. Meski tergolong baru, varietas tersebut telah digunakan cukup luas oleh petani tebu.

Pimpinan CV Joyorosan sekaligus pemilik varietas Panjalu, Mohammad Irawan Nusantara, mengatakan Panjalu memiliki ciri khas batang dominan berwarna kuning. Produktivitasnya mencapai 1.500 kuintal per hektare dengan rendemen hingga 11%.

“Berdasarkan pengalaman petani, pertumbuhannya cukup cepat, tahan kekeringan, dan memiliki anakan yang banyak,” ujar Irawan.

Panjalu memiliki karakter yang mirip dengan Bululawang, tetapi jumlah anakan dan bobot batangnya lebih tinggi. Dalam satu rumpun, varietas tersebut dapat menghasilkan hingga 10 anakan.

Dari sisi pemanenan, Panjalu juga memiliki karakter yang memudahkan petani. Batangnya tidak memiliki bulu sehingga petani dapat memasuki kebun tanpa alat pelindung tambahan. Batang Panjalu panjang dan besar, tetapi tidak terlalu keras sehingga lebih mudah ditebang serta tidak mudah roboh.

Ketua Kelompok Substansi Kelembagaan Perbenihan Perkebunan, Direktorat Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Hendra H. Sipayung, mengatakan NXI 04T dan Panjalu dipilih dalam pengembangan kawasan tebu karena keduanya telah ditetapkan sebagai varietas unggul melalui keputusan Menteri Pertanian.

“Kedua varietas itu memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan varietas yang lazim ditanam petani, yakni Bululawang. Keunggulannya produktivitas rata-rata lebih dari 1.300 kuintal per ha, rendemen lebih dari 8%, anakan banyak, penyakit tahan luka api, dan endemik Indonesia,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, kehadiran kedua varietas tersebut diharapkan dapat mengurangi dominasi Bululawang yang rentan terhadap penyakit luka api. Saat ini telah dibangun kebun benih datar seluas 300 hektare.

Kebun benih tersebut diproyeksikan menghasilkan benih NXI 04T untuk pengembangan lahan seluas 1.200 hektare dan Panjalu untuk 1.540 hektare. Penyediaan benih tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan tebu dan program bongkar ratun.

Pengembangan kawasan tebu tercatat mencapai 100.453 hektare pada 2025. Luas tersebut ditargetkan mencapai 239.547 hektare pada 2026 dan direncanakan 160.000 hektare pada 2027.

Penyebarluasan kedua varietas unggul tersebut diharapkan mempercepat introduksi varietas baru sekaligus meningkatkan produksi tebu dan rendemen gula. Peningkatan produktivitas juga berpotensi memberikan keuntungan lebih besar bagi petani, terutama jika didukung transparansi pabrik gula dalam penetapan rendemen.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Pengendalian Wereng Batang Cokelat Secara Terpadu

Wereng batang cokelat menjadi salah satu ancaman serius bagi produksi padi di Indonesia. Serangan hama tersebut tidak hanya merusak...

More Articles Like This