Jambu Biji Muda Berpotensi Jadi Bahan Teh Fungsional

Rekomendasi
- Advertisement -

Jambu biji muda ternyata berpotensi diolah menjadi teh fungsional. Pemanfaatan buah yang masih muda tersebut bahkan menarik perhatian di Tiongkok karena dinilai memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Sandra Arifin Aziz, menjelaskan bahwa jambu biji muda memiliki karakteristik berbeda dengan daun jambu maupun buah jambu matang. Perbedaan tersebut terlihat dari kandungan metabolit sekunder, cita rasa, hingga struktur fisiknya.

“Teh yang dibuat dari buah jambu biji muda memiliki karakteristik berbeda dengan teh daun jambu maupun buah jambu matang,” ujar Prof. Sandra, seperti dilansir dari laman IPB University.

Menurutnya, buah jambu biji muda mengandung sejumlah senyawa bioaktif seperti tanin, asam galat, asam elagat, flavonoid, dan pektin dalam kadar relatif tinggi. Pada fase tersebut, pembentukan gula belum optimal sehingga buah memiliki rasa lebih sepat dibandingkan jambu yang telah matang.

Sebaliknya, senyawa pertahanan tanaman berupa fenolik dan tanin terakumulasi lebih tinggi pada buah muda. Pengolahan menjadi teh dalam bentuk kering dinilai dapat mempertahankan kestabilan senyawa fenolik tersebut.

Berdasarkan kajian fitokimia, seduhan teh jambu biji muda berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah melalui penghambatan enzim pemecah karbohidrat. Kandungan tanin juga berpotensi mendukung kesehatan saluran pencernaan, sedangkan senyawa fenolik memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

Meski demikian, Prof. Sandra menegaskan bahwa manfaat tersebut belum dapat dianggap sebagai khasiat yang terbukti pada manusia. Bukti ilmiah mengenai konsumsi teh dari buah jambu biji muda masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama melalui uji klinis pada manusia.

Peluang pengembangan jambu biji muda sebagai teh juga terbuka di Indonesia. Dalam budi daya jambu biji, petani biasanya melakukan penjarangan buah atau fruit thinning untuk meningkatkan kualitas buah yang dipanen.

Buah muda hasil penjarangan tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pengolahannya menjadi teh dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil samping pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas jambu biji.

“Prospek riset komoditas ini sangat cerah karena sejalan dengan tren global upcycling food components, yaitu memanfaatkan bagian tanaman yang biasanya terbuang menjadi produk bernilai tambah tinggi,” kata Prof. Sandra.

Namun, pengembangan produk tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya standardisasi bahan baku, pengendalian pencokelatan selama proses pengolahan, serta formulasi untuk mengurangi rasa sepat agar lebih mudah diterima konsumen.

IPB University dinilai memiliki kapasitas untuk mendukung pengembangan jambu biji muda menjadi produk teh, mulai dari teknologi pascapanen, pengujian khasiat, formulasi produk, hingga proses hilirisasi bersama mitra industri.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Ekspor Udang Indonesia Tembus Rp148,2 Miliar, Karantina Perkuat Pengawasan

Trubus.id — Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat pelayanan karantina untuk mendukung kelancaran ekspor komoditas perikanan Indonesia. Penguatan dilakukan untuk memastikan...

More Articles Like This