Herbal Pendamping untuk Membantu Pemulihan Hepatitis

Rekomendasi
- Advertisement -

Pola hidup bersih dan sehat menjadi langkah utama untuk mencegah hepatitis. Selain itu, sejumlah tanaman herbal juga kerap dimanfaatkan sebagai pendamping terapi guna membantu menjaga kesehatan hati. Hepatitis sendiri merupakan peradangan pada organ hati atau liver yang dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun faktor lain.

Menurut dr. Primal Sudjana, Sp.PD., KPTI, FINASIM, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan Bandung, gaya hidup tertentu dapat meningkatkan risiko hepatitis. Konsumsi minuman beralkohol, penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan kebiasaan hidup yang kurang higienis menjadi beberapa faktor pemicunya.

Primal menjelaskan, virus hepatitis terdiri atas lima jenis, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis A dan E paling sering menimbulkan wabah karena penularannya melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Meski demikian, kedua jenis tersebut umumnya tidak berkembang menjadi penyakit kronis.

Sementara itu, hepatitis B, C, dan D ditularkan melalui darah atau cairan tubuh. Penularannya memang lebih sulit terjadi, tetapi ketiga jenis virus itu berpotensi menyebabkan infeksi kronis sehingga perlu diwaspadai.

Gejala hepatitis yang umum muncul antara lain demam, mual, muntah, nafsu makan menurun, kulit dan bagian putih mata menguning, serta urine berwarna kuning pekat hingga kecokelatan. Karena gejala kulit menguning itulah masyarakat kerap menyebut hepatitis sebagai penyakit kuning.

Dalam dunia medis, pengobatan hepatitis virus tertentu dilakukan menggunakan obat antivirus, seperti golongan nucleoside reverse transcriptase inhibitor, sesuai penyebab dan kondisi pasien.

Di sisi lain, Jayadi, warga Kota Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan ramuan herbal sebagai pendamping pengobatan untuk putranya, Faraby, yang mengalami hepatitis. Ramuan tersebut terdiri atas rimpang temulawak, akar alang-alang, ketumbar, pegagan, meniran, serta tambahan irisan buah mengkudu.

Semua bahan direbus dalam empat gelas air dengan api kecil hingga mendidih. Setelah hangat, air rebusan disaring dan diminumkan kepada Faraby sebanyak satu gelas belimbing atau sekitar 250 ml, dua kali sehari sebelum makan, yakni pukul 07.30 dan 19.00. Selama masa pemulihan, Faraby juga rutin mengonsumsi sayuran seperti wortel dan brokoli untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Setelah menjalani pola konsumsi tersebut selama tiga pekan, kondisi Faraby berangsur membaik. Tubuhnya kembali bugar, warna kuning pada mata berangsur memudar, dan massa otot mulai pulih.

Menurut Jayadi, temulawak mengandung kurkumin yang dikenal memiliki aktivitas hepatoprotektif atau membantu melindungi sel hati. Akar alang-alang dimanfaatkan untuk membantu menurunkan panas tubuh.

Ia juga menggunakan meniran (Phyllanthus niruri) karena kandungan flavonoidnya yang bersifat antioksidan. Sementara itu, pegagan (Centella asiatica) dipercaya membantu proses regenerasi sel.

“Anak saya mual karena ulu hatinya sakit. Saya menambahkan sedikit ketumbar untuk membantu mengurangi rasa mual,” ujar Jayadi.

Ketumbar diketahui mengandung senyawa linalool dan borneol yang berpotensi mendukung fungsi hati. Jayadi juga menilai kelancaran metabolisme penting dijaga agar proses pemulihan tidak terhambat.

Enam bulan setelah gejala pertama kali muncul, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar enzim hati Faraby kembali dalam kisaran normal. Nilai SGPT tercatat 55 U/L, sedangkan SGOT mencapai 37 U/L.Ramuan herbal dapat dimanfaatkan sebagai pendamping pemulihan, tetapi bukan pengganti pengobatan medis. Penderita hepatitis tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai dengan penyebab penyakitnya

Artikel Terbaru

Riset BRIN Perkuat Produksi Benih Bawang Putih Sehat dan Bermutu

Ketersediaan benih bawang putih yang sehat dan bermutu menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas bawang putih nasional. Selama ini, petani...

More Articles Like This