Wayan Supadno Integrasikan 700 Sapi di Kebun Sawit

Rekomendasi
- Advertisement -

Pekebun sawit tidak hanya mengandalkan produksi tandan buah segar (TBS). Sejumlah pekebun mulai mengembangkan usaha tambahan untuk meningkatkan nilai ekonomi kebun.

Salah satunya Wayan Supadno yang mengintegrasikan peternakan sapi di tengah kebun sawit miliknya di Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Pria asal Kota Wisata Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu memanfaatkan 57 hektare kebun sawit untuk memelihara sekitar 700 sapi. Setiap pagi, sekitar 500 sapi dilepas di kebun untuk memakan rumput di sekitar tanaman.

“Sapi akan memakan gulma dan membuang kotoran sehingga menghemat kebutuhan pupuk organik,” ujar Wayan. Sistem integrasi tersebut membuat kebun lebih efisien karena sapi membantu pengendalian gulma sekaligus menyediakan pupuk alami.

Sebanyak 200 sapi lainnya dipelihara di kandang untuk program penggemukan. Sapi siap jual pada umur rata-rata 3 tahun dengan harga mencapai Rp25 juta—Rp30 juta per ekor.

Selain integrasi ternak, pemanfaatan lahan kosong di kebun sawit muda juga menjadi peluang tambahan. Sugeng, pekebun sayuran asal Desa Pangkalan Makmur, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, memanfaatkan area kosong di antara tanaman sawit berumur kurang dari 3 tahun untuk menanam sayuran dan palawija.

Pada fase tersebut, tajuk tanaman sawit belum saling menutup sehingga masih tersedia ruang untuk budidaya tanaman semusim. Melalui pola kemitraan tersebut, pemilik kebun terbantu karena lahan terawat tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Harga Pangan 11 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp90.050 per Kg

Trubus.id — Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang pasar tradisional mengalami perubahan pada 11 September 2026. Berdasarkan data...

More Articles Like This