Pakan bermutu prima salah satu faktor penentu penggemukan domba.

Trubus — Semula bobot domba betina lokal di Tawakkal Farm rata-rata 10—15 kg per kg. Pengelola Tawakkal Farm, Aditya Guzwatutohir Rahmawanto S.Pt., memanen domba betina itu ketika berbobot 20—25 kg setelah pemeliharaan 3 bulan. Artinya pertambahan bobot badan harian atau average daily gain (ADG) domba mencapai 3,3 kg per bulan setara 110 g per hari. Menurut Aditya ADG iu tergolong tinggi untuk domba betina lokal.
“Pertambahan bobot hidup harian domba di peternak plasma Tawakkal Farm 2,5—2,8 kg. Jarang yang mencapai 3 kg,” kata alumnus Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), itu. Peternakan di Kampung Lembursiitu, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu fokus menggemukkan domba.
Kepala Laboratorium Ruminansia Kecil Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Fakultas Peternakan, IPB, Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si, mengatakan faktor genetik (ras domba) dan lingkungan (pakan, manajemen kandang, dan iklim mikro) menentukan bertambahnya bobot domba. Aditya mengandalkan rumput, konsentrat, dan ampas tahu, sebagai pakan hewan kerabat kambing itu. Pemberian rumput 2 kali pada pukul 06.00 dan 13.00.
Bahan baku
Sekitar 30 karung rumput berbobot 15—20 kg menjadi santapan 600 domba untuk sekali pemberian pakan. Aditya memberikan pakan campuran 6 kg konsentrat dan 30 kg ampas tahu pada pukul 10.00 dan16.00. Formulasi pakan itu untuk 20 domba betina. Bahkan ADG domba jantan di Tawakkal Farm mencapai 4 kg/bulan setara 133 g/hari.

Sri mengatakan ADG 4 tergolong tinggi. “ADG di peternakan komersial mesti lebih dari 120 g per hari sehingga peternak memperoleh untung,” kata wakil ketua bidang penelitian dan pengembangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Peternak Domba dan Kambing (HPDKI) itu. Nun di Desa Tanjungsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ADG domba jantan milik Didik Eko Santoso mencapai 5 kg per bulan setara 166 g per hari. Pakan domba Didik berupa complete feed yang mengandung sumber protein, energi, serat, vitamin, dan premiks.
Itu pakan racikan Didik yang diproduksi pabrik pakan. Sebelumnya ia membuat pakan sendiri memanfaatkan beragam bahan baku seperti bungkil kopra dan kulit kopi. Sayangnya ketersediaan bahan baku pakan kerap berubah. Dampaknya, “Domba stres karena mesti adaptasi pakan baru. Itu bisa mempengaruhi penambahan bobot,” kata peternak penggemukan domba sejak 2009 itu.

hitam sebagai pakan ternak sejak 2015. (Dok. Trubus)
Ia memesan complete feed agar kandungan pakan stabil. Patokannya pakan mesti berisi minimal protein 14% dan energi 68%. Menurut Didik bagus tidaknya pakan dapat diketahui dari palatabilitas domba. Pakan bagus atau berprotein tinggi jika satwa anggota famili Bovidae itu makan dengan lahap. Didik yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HPDKI Kabupaten Jember mengatakan faktor lain yang mempengaruhi penambahan bobot domba yakni konstruksi kandang dan bibit.
Upayakan sirkulasi udara dalam kandang lancar dan lantai kandang renggang sehingga kotoran tidak menumpuk. Sementara ciri bibit bagus antara lain berpostur proporsional, sehat, dan tidak cacat. Pertumbuhan domba hasil persilangan lebih cepat dibandingkan dengan domba lokal (Baca Domba Pilihan Peternak halaman 16—17 ). Kini ada pakan domba berbahan limbah jintan hitam kreasi Guru Besar Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, IPB, Prof. Dr. Ir. Yuli Retnani, M.Sc.
Pakan baru

Penggunaan limbah jintan hitam sebagai bahan baku pakan ternak hal baru di Indonesia. Alasan Yuli memilih limbah jintan hitam antara lain tidak bersaing dengan kebutuhan manusia karena buangan perusahaan produsen minyak jintan hitam, berprotein tinggi 29,8%, berharga murah, dan ketersediaannya selalu ada. Yuli dan tim meriset limbah Nigella sativa sebagai pakan ternak sejak 2015. Kini ia menyediakan 2 produk berbahan baku limbah jintan hitam berupa konsentrat dan suplemen berbentuk wafer.
Hasil penelitian Yuli dan rekan menunjukkan penggunaan konsentrat berbahan baku limbah jintan hitam terbukti meningkatkan bobot domba lokal hingga 126 g/hari setara 3,78 kg/bulan. Bandingkan dengan penambahan bobot domba kelompok kontrol yang hanya 103 g/hari setara 3,09 kg. Menurut Yuli palatabilitas konsentrat berbahan limbah jintan hitam bagus. Dampaknya domba melahap pakan sehingga bobotnya pun lebih berat. Selain itu bulu domba yang sebelumnya kusam menjadi lebih mengilat. (Riefza Vebriansyah)
