Thursday, January 8, 2026

Disiplin Perawatan, Kunci Sukses Kebun Kakao

Rekomendasi
- Advertisement -

Keputusan merombak kebun kakao mulai menunjukkan hasil pada 2021. Tanaman MCC 02 berumur dua tahun mulai berbuah, meski belum maksimal. Kini, di lahan seluas 1 hektare, Kustini menanam sekitar 800 pohon kakao.

Setiap musim panen, kebunnya mampu menghasilkan sekitar 1 kuintal kakao basah dan meningkat hingga 3 kuintal saat musim raya. Menurut Kustini, puncak produksi baru akan tercapai saat tanaman berumur empat hingga lima tahun.

Kunci keberhasilan tersebut terletak pada ketekunan perawatan. Setiap 10 hari, ia rutin melakukan penyemprotan fungisida dan insektisida untuk menekan serangan hama dan penyakit. Pemupukan NPK sebanyak 350 gram per pohon dilakukan dua kali setahun agar pertumbuhan tanaman optimal.

Selain itu, Kustini rajin melakukan pemangkasan, membersihkan lubang sanitasi, serta menjaga jarak tanam ideal 3 meter × 3 meter. Di sela kebun kakao, ia menanam petai dan pisang sebagai tanaman penaung sekaligus sumber pendapatan tambahan.

Untuk pemasaran, Kustini masih menjual biji kakao basah nonfermentasi karena lebih praktis. Harga kakao MCC 02 berkisar Rp30.000–Rp40.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan kakao lokal yang rata-rata Rp25.000 per kilogram. Hasil panen dijual kepada tengkulak setempat yang datang setiap musim panen.

Dari penjualan biji kakao basah, penghasilan Kustini kini mencapai ratusan juta rupiah. Ia sempat mencoba membuat olahan cokelat rumahan, namun belum dipasarkan secara luas. Fokus utamanya tetap pada penguatan budi daya di kebun.

Setelah melewati masa sulit, Kustini kini menjadi salah satu panutan petani kakao di Pesawaran. Ia aktif mengikuti pelatihan dan berbagi pengalaman tentang teknik sambung, pemilihan bibit unggul, serta pengendalian penyakit tanaman.

Bagi Kustini, bertani kakao adalah proses belajar tanpa henti. Ia meyakini prospek kakao masih sangat cerah jika dikelola dengan baik. Dari hampir menyerah akibat gagal panen, ia bangkit menjadi petani yang berani berubah dan berkembang. Kebun kakao MCC 02 miliknya kini menjadi bukti bahwa ketangguhan dan inovasi mampu mengubah krisis menjadi peluang.

Artikel Terbaru

Aksi Yayasan Bina Trubus Swadaya (YBTS) untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatra pada akhir 2025 bukan sekadar angka curah hujan di laporan cuaca. Di lapangan,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img