Friday, June 14, 2024

Kenali Serangan Ganoderma pada Tanaman Kelapa Sawit

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Serangan jamur Ganoderma sp pada kelapa sawit menjadi momok bagi para pekebun. Menurut peneliti tanaman perkebunan Achmad Sarjana dan Wahyu Widiyasmoro,  Ganoderma sp patogen tanaman perkebunan yang sangat merugikan.

Cendawan itu bersifat soil born sehingga sulit dikendalikan. Dampak serangan patogen itu tanaman kelapa sawit layu dan rapuh. “Terjangan sedikit angin saja dapat menyebabkan tanaman roboh,” katanya.

Penyakit maut itu datang dengan ciri daun berwarna hijau pucat atau nekrosis serta daun tua layu, melengkung, dan patah. Penyakit mematikan itu cepat menular ke tanaman sehat setelah akarnya bersentuhan dengan tunggul batang atau akar tanaman sakit dan terjadi perlukaan.

Gejala lainnya, terbentuknya daun tombak lebih dari 3 buah dan muncul getah di tempat yang terinfeksi. Selain itu, terbentuk badan buah jamur.

Achmad menuturkan penyakit busuk batang kelapa sawit juga mudah menular. Caranya melalui persentuhan dengan tunggul batang tanaman sakit. Akar tanaman muda akan tertarik ke tunggul tanaman lama. Sebab, tunggul kaya hara dan mempunyai kelembapan tinggi.

Sumber infeksi biasanya tunggul kelapa atau kelapa sawit. Namun, kelapa lebih toleran terhadap Ganoderma sp. Risiko infeksi semakin meningkat dengan adanya luka pada akar tanaman sehat.

Faktor penyebab mudahnya perkembangan busuk pangkal batang kelapa sawit antara lain penanaman kelapa sawit di lahan bekas penanaman kelapa dalam.

Lebih lanjut ia menuturkan kelapa sawit yang ditanam di lahan bekas kelapa dalam lebih mudah terinfeksi dibanding penanaman di lahan bekas hutan atau kebun karet.

“Di lahan bekas hutan atau karet, serangan penyakit itu akan terlihat setelah umur 15—20 tahun,” katanya. Sementara di kebun peremajaan bekas kelapa sawit atau kelapa dalam serangan akan tampak pada umur 10 tahun.

Pada pertanaman generasi ketiga penyakit muncul pada tahun ke-3. Intensitas serangan ganoderma juga berkaitan dengan pembersihan sisasisa tanaman pada waktu peremajaan. Pemberian hara makro lengkap dapat meningkatkan ketahanan tanaman.

Sebaliknya, kekurangan hara nitrogen dan magnesium mempermudah serangan ganoderma. Drainase buruk, banjir, serta gulma rimbun mempercepat perkembangan penyakit itu.”Namun, ketahanan tiap jenis kelapa sawit terhadap ganoderma tidak sama,” katanya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img