Tuesday, July 23, 2024

Potensi Daun Ubi Jalar Ungu dan Buah Mahkota Dewa Jinakkan Kolesterol

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Berbagai hidangan tersaji di hari raya. Sajian berminyak seperti opor ayam, rendang, atau sambal goreng hati seakan menjadi menu wajib. Konsumsi berlebih masakan berminyak itu berpotensi mengundang berbagai gangguan kesehatan, salah satunya lonjakan kadar kolesterol darah.

Untuk mengatasi kadar kolesterol tinggi setiap orang harus menjaga pola makan dan berolahraga teratur. Sejumlah periset meneliti mengenai bahan alami yang berpotensi dapat menjinakkan kolesterol darah.

Beberapa di antaranya mudah ditanam di pekarangan sempit bahkan di pot, seperti daun ubi jalar, dan buah mahkota dewa. Khasiat antikolesterol daun ubi jalar ungu dibuktikan I Wayan Sumardika dari bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

Wayan menguji praklinis menggunakan 20 tikus putih yang ia bagi menjadi 2 kelompok, yaitu kontrol dan perlakuan. Penelitian selama 3 bulan itu menggunakan metode pengujian pretes (sebelum pemberian) dan postes (sesudah pemberian).

Ia memotong daun muda sepanjang 30 cm dari pucuk sulur. Sekilogram daun yang ia gerus lalu ia tambah air sampai volumenya seliter lalu ia saring. Wayan mendidihkan air hasil saringan selama 10 menit. Setelah dingin ekstrak ia memberikan kepada hewan uji.

Di awal penelitian, ia mengukur kadar kolesterol darah kedua kelompok. Selanjutnya kelompok kontrol hanya memperoleh makanan tinggi kolesterol, sedangkan kelompok perlakuan mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan 3 ml air rebusan daun ubi jalar ungu pada pagi dan sore hari. Setelah perlakuan selama 3 bulan, kadar kolesterol darah tikus ia ukur kembali.

Pengukuran di awal menunjukkan kadar kolesterol total rata-rata kelompok kontrol 119,39 mg/dl, sedangkan kelompok perlakuan 114,37 mg/dl. Setelah 3 bulan perlakuan, kolesterol kelompok kontrol 299,59 mg/dl sedangkan perlakuan 128,48 mg/dl.

Penelitian itu membuktikan kemampuan antikolesterol ekstrak air daun ubi jalar ungu. Wayan menyatakan, air rebusan daun ubi jalar memiliki efek hipolipidemik. Selain itu ubi jalar juga meningkatkan SOD atau superoksida dismutase, yaitu gen yang mensintesis enzim antioksidan endogen.

Herbal lain yang terbukti antikolesterol adalah mahkota dewa. Septi Dewi Rachmawati dari program studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, meneliti efek air rebusan buah mahkota dewa terhadap 20 tikus wistar.

Ia membagi 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol mengonsumsi makanan tinggi lemak, sementara 3 kelompok lain mengkonsumsi makanan tinggi lemak ditambah air rebusan buah mahkota dewa berturut-turut 4% (50 mg buah mahkota dewa per 2 ml air), 8% (100 mg per 2 ml air), dan 16% (200 mg per 2 ml air).

Penelitian itu hanya melihat nilai akhir yang kelompok uji dengan membandingkan dengan kontrol. Septi merebus buah kering mahkota dewa bersama air dengan jumlah takaran sebagaimana kadar perlakuan yaitu 4%, 8%, dan 16%.

Hasilnya kelompok yang mengonsumsi air rebusan buah mahkota dewa berkonsentrasi 16% berkadar kolesterol total dalam darah 104,6 mg/dl. Itu lebih rendah daripada kelompok kontrol yang berkadar kolesterol 154 mg/dl, perlakuan 4% (134,2 mg/dl), dan perlakuan 8% (121,2 mg/dl).

Tingkat penurunan kadar kolesterol berbanding lurus dengan konsentrasi air rebusan buah mahkota dewa. Dalam pembahasan, Septi menduga kandungan flavonoid dalam buah mahkota dewa berperan penting menurunkan kadar kolesterol total plasma.

Flavonoid itu menghambat absorbsi eksogen dan endogen, inhibisi HMG CoA reduktase, dan penghambat oksidasi LDL.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img