TRUBUS — Para pakar sepakat kefir, kombuca, dan yoghurt meningkatkan imunitas tubuh.
Bapak kedokteran modern, Hippokrates (460—370 SM), berpesan jadikan makanan sebagai obatmu. Artinya, asupan nutrisi harian amat menentukan kesehatan seseorang. Apalagi situasi pandemi Covid-19 yang belum usai. Menaati protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh senjata utama menghadapi virus. Pangan sehat salah satu faktor yang mendukung sistem kekebalan tubuh.
Pangan probiotik seperti kefir, kombuca, dan yoghurt pilihan lezat meningkatkan kekebalan tubuh. Apalagi jika ketiga minuman probiotik itu dikombinasikan dengan buah dan madu. Beberapa kasus menunjukkan penyintas Covid-19 kembali pulih setelah rutin mengonsumsi kefir, kombuca, dan yoghurt selama isolasi mandiri. Bagaimana komentar para murid Hippokrates terkait khasiat kefir, kombuca, dan yoghurt untuk meningkatkan sistem keimunan tubuh?
dr. Prapti Utami
Dokter dan herbalis
Kefir mengandung bakteri baik yang menolong tubuh untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi. Jadi, sangat mendukung sistem imunitas tubuh. Pangan probiotik lain seperti kombuca dan yoghurt pun memiliki khasiat sama. Yang membedakan hanya bahannya. Kombuca tidak hanya bakteri/khamir baik, tetapi kaya mineral dan multivitamin sehingga sangat mendukung sistem imunitas tubuh.

Kefir menetralkan tubuh dari suasana tubuh yang semula asam. Jika banyak bagian tubuh yang terjadi peradangan, kandungan kefir mengurangi banyak sekali peradangan tersamar terutama pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan baik, memengaruhi otak sebagai pusat sistem tubuh. Namun, perlu memperhatikan kondisi sendiri saat mengonsumsi kefir.
Rasa masam kefir bisa membuat tidak nyaman apalagi yang belum terbiasa. Jika belum terbiasa, mengonsumsi sedikit terlebih dahulu pilihan bijak. Tidak ada dosis pasti harian mengonsumsi kefir karena berkaitan dengan kondisi masing-masing individu. Beberapa menyarankan 3 x 1 sendok makan per hari.
Mengonsumsi berlebih bisa menghasilkan gas sehingga membuat kondisi tubuh tidak nyaman atau kembung. Kembung akibat “peperangan” antara bakteri baik dan jahat di usus. Bakteri jahat yang kalah menghasilkan gas. Baiknya “peperangan” itu harus perlahan tapi tuntas sehingga tidak mengganggu tubuh.
Dr. Judiono, MPS
Ahli gizi dan dosen di Bandung

Ketiga minuman probiotik (kefir, yoghurt, dan kombuca) meningkatkan kekebalan tubuh. Bedanya kandungan probiotik pada kefir lebih kompleks. Penelitian kami mengungkapkan ada 36 probiotik dalam kefir yang bersinergi dan bekerja baik di usus. Probiotik meningkatkan pertumbuhan makroflora pada usus. Makloflora usus mendukung imunitas dalam mencegah serangan patogen berupa bakteri atau virus.
Kefir bersifat antiinflamasi berupa sitokin interleukin 10 (IL10). IL10 menekan proinflamasi dan apoptosis. Artinya, mengonsumsi kefir membantu mengurangi dampak paparan inflamasi akibat serangan Covid-19. Mengonsumsi kefir ketika isolasi mandiri bisa menjadi salah satu pilihan.
Probiotik memiliki molekul spesifik di dinding sel yang dikenal sebagai pathogen-associated molecular patterns (PAMPs), sehingga mampu mengaktivasi sistem imun innate (bawaan) melalui mekanisme imunomodulasi. Artinya, probiotik sebagai imunomodulator bisa meningkatkan kekebalan bawaan dan kekebalan adaptif mulai dari saluran pencernaan kemudian menyeluruh imun tubuh.
Dr. Sri Widowati, M.App.Sc.
Peneliti di Balai Besar Litbang Pertanian
Kefir kaya bakteri baik atau probiotik, vitamin, mineral, dan asam amino esensial yang membantu memelihara dan memperbaiki fungsi tubuh. Kefir memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia antara lain membantu menghindari risiko terkena kanker kolon, menghambat pertumbuhan sel tumor, menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung koroner, mencegah infeksi saluran urine, hingga merangsang pembentukan sistem imunitas tubuh.

Kefir, kombuca, dan yoghurt produk hasil fermentasi. Ketiganya kaya probiotik, hanya inokulan yang digunakan spesifik masing-masing produk. Faedahnya, kurang lebih sama bagi tubuh. Bahan baku kombuca minuman teh Camellia sinensis dan gula. Namun, kini sudah dikembangkan dari bahan lain seperti rosela, daun salam, daun jambu, daun sirih, daun sirsak, daun kopi, teh hijau, dan daun tin.
Sifat fungsional utama terkait antioksidan dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Sementara bahan baku yoghurt adalah susu sapi. Bisa juga susu kambing atau kerbau. Kini dikembangkan soygurth atau yoghurt dari susu kedelai. Bakteri yang berperan dalam fermentasi yoghurt adalah Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.
Mengonsumsi kefir dapat membantu pemulihan orang yang tengah sakit lantaran berfungi meningkatkan sistem imun. Penyintas Covid-19 yang isolasi mandiri boleh mengonsumsi secukupnya. Memang tidak ada aturan baku dalam mengonsumsi kefir. Namun, konsumsi 50-100 ml kefir dua kali sehari pada pagi dan sore relatif aman.
Susan Hartono, M.Sc., CHt.
Ahli nutrisi & pengobat holistik

Kefir minuman probiotik baik bagi tubuh. Perbedaan kefir dan minuman probiotik lainnnya berkaitan dengan jumlah dan jenis mikrob. Pada kefir terdapat probiotik yang bisa berdiam di usus dan membantu pencernaan. Kefir bisa berbahan susu (sapi, kambing, dan kerbau) atau nonsusu (kedelai, air kelapa, dan kacang-kacangan).
Konsumen yang intoleran laktosa bisa mencoba kefir kelapa. Kefir kelapa tak kalah baik faedahnya dibandingkan dengan kefir susu. Kefir kelapa antara lain mengandung potasium, sodium, klorida, kalsium, dan magnesium. Mineral itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kefir cocok dikonsumsi untuk pencegahan atau membantu pemulihan ketika sakit karena aman dan tanpa efek samping. (Muhamad Fajar Ramadhan)
