Sunday, November 27, 2022

Trubus Aglaonema & Adenium Show WTCM2 2006 “Takhta di Tangan si Kecil”

Rekomendasi

Tak hanya itu, si kecil mungil itu rupanya juga cabai rawit. Berkat penampilan yang prima, sri rejeki milik Syarifuddin dari Jakarta Selatan itu jadi yang terbaik pada kontes aglaonema dalam rangka Trubus Agro Expo WTCM2 2006.

Aglaonema berwarna kombinasi hijau kekuningan dengan tulang merah muda terang itu langsung menyita perhatian juri begitu tiba. “Ini meski kecil bisa jadi pemenang,” tutur Ansori, salah satu juri. Prediksi Ansori terbukti benar. Si liliput itu melaju mulus ke tangga juara. Di kelas fenotip merah majemuk—kelas yang diikuti—siamese rainbow itu unggul atas lolita dan luwi laewan. Masing-masing mesti puas di peringkat 2 dan 3.

“Komposisi warna dan ukuran stabil pada seluruh daun. Penampilan pun paling kompak. Ini ciri perawatan yang baik,” papar Ansori. Lolita dan luwi laewan pun punya warna stabil. Namun, kalah kompak ketimbang sang pemenang. Induk dan anakan sang liliput tersusun rapat dan rapi. Sukses di kelas fenotif merah majemuk mengantarkan aglaonema milik Syarifuddin itu ke pertarungan memperebutkan gelar best in show. Di sini anggota famili Araceae itu bersaing dengan tiara pemenang di kelas tunggal. “Tiara berdaun sangat sehat,” kata Ansori. Pantas aglaonema hasil silangan Gregori Hambali itu mampu menggeser widuri dan chao phraya ke posisi 2 dan 3. Namun, lagi-lagi kekompakan sang liliput unggul. Aglaonema hibrid Th ailand itu akhirnya penggenggam gelar best in show.

Arabicum

Selain sri rejeki, kontes dalam rangka Trubus Agro Expo WTCM2 2006 itu juga melombakan adenium. Lomba terbagi ke dalam 2 kelas: total performance dan prospek. Di kelas pertama, adenium milik Sutrisno Isaak jadi kampiun. Menurut Andy S Fajar, salah seorang juri, penampilan arabicum itu paling kompak dan kokoh. “Pertama melihat langsung menarik perhatian,” kata Destika Cahyana, anggota juri. Selain itu, mawar gurun itu pun memiliki percabangan bagus. Pantas ia pun diganjar sebagai adenium best in show.

Di peringkat ke-2 dan 3 ada adenium milik Sasongko dan H Hasbi. Penampilan pemenang kedua sebetulnya paling lengkap. Mulai dari umbi, akar, batang, cabang, dan ranting semua ada. Sayang, komposisi dan alur cabang belum sempurna. Sementara di kelas prospek, adenium milik Sasongko yang berjaya. Mawar gurun itu memiliki sosok paling proporsional. Alur cabang seimbang dan tajuk kompak. Ia mengungguli adenium bersosok rimbun tapi belum bercabang utama tegas dan adenium berbonggol unik yang ada di posisi ke-2 dan 3.

Kontes adenium kali ini terbilang unik. Selain mendapatkan tropi, para pemenang berhak memboyong hadiah berupa adenium. “Ini bisa dicontoh untuk konteskontes berikutnya. Hadiah seperti itu memacu semangat peserta untuk ikut berlomba,” kata Andy. (Evy Syariefa)

 

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img