Tuesday, January 27, 2026

Prospek Sengon Cerah Hingga 25 Tahun Mendatang

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Charles Tanaka, perwakilan lembaga nonprofit asal Jerman, Fairventures Worldwide, mengatakan, prospek kayu sengon di Indonesia masih bagus 25 tahun mendatang. Alasannya, sengon makin banyak dipakai karena tuntutan pasar.

“Dunia tidak menghendaki kayu lapis dengan 100% kayu alam. Minimal kandungan kayu tanaman seperti sengon mencapai 70%,” kata Charles.

Negara yang sudah menerapkan aturan itu yakni Jepang. Bahkan, negara lain di Eropa tidak menghendaki kayu hutan alam. Buktinya, ada aturan pembatasan kayu hutan tropis.

Oleh karena itu, Fairventures Worldwide mengembangkan sengon di Kalimantan Tengah. Mereka mengajak masyarakat untuk mengembangkan tanaman anggota famili Fabaceae itu. Menurut Charles, tujuan utama penanaman adalah reforestasi yang memberikan nilai ekonomi.

Pilihan jatuh pada sengon dan jabon. Charles dan rekan memprioritaskan sengon karena pasar jelas, relatif cepat panen, dan relatif stabil harganya. Penanaman sengon oleh Fairventures Worldwide dan masyarakat mencapai 1 juta tanaman pada 2013.

Rencana panen perdana hasil penanaman itu pada 2022. Fairventures Worldwide bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Kayu Ringan Indonesia atau Indonesian Light Wood Association (ILWA) untuk pemasaran sengon hasil panen di Kalimantan Tengah.

Rencananya, Charles dan tim menanam 100 juta sengon pada 2022. Lokasinya di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Setya Wisnu Broto, Ketua ILWA, mengatakan, tren sengon di pasar dunia cenderung naik karena untuk building material atau furnitur. Kebutuhan produk itu berbanding lurus dengan populasi penduduk. Dengan kata lain, makin bertambah populasi manusia, permintaan sengon pun bertambah.

Menurut Wisnu, untuk menguasai pasar dunia, caranya dengan memproduksi produk akhir, lantaran nilainya bisa 10 kali lipat dengan profit yang sangat besar. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk mengebunkan sengon.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img