Monday, January 26, 2026

Sterilisasi Kucing dengan Pakan Kontrasepsi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Pilihan utama yang kerap dilakukan untuk sterilisasi kucing yakni dengan cara pembedahan fisik ataupun injeksi. Oleh karena itu, proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis veteriner yang memiliki sertifikasi di bidangnya.

Perlu adanya alternatif lain agar sterilisasi dapat langsung dilakukan oleh masyarakat umum secara aman dan mudah diaplikasikan. Melansir dari laman Universitas Airlangga, drh. Ragil Angga Prastiya M.Si., dosen Reproduksi Veteriner, menyebut, terdapat metode alternatif pengurangan populasi kucing yang belum banyak dieksplorasi yakni melalui kontrasepsi makanan.

Hal tersebut memang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum dan praktisi karena masih dalam tahap pengembangan oleh akademisi serta peneliti. Namun, ini akan menjadi angin segar bagi produsen makanan hewan dan masyarakat umum.

Syarat pakan kontrasepsi

Menurut Ragil, kandidat bahan yang ditambahkan ke makanan tersebut harus aman bagi hewan yang mengonsumsinya. Syaratnya, bahan kontrasepsi yang aman adalah tidak membuat efek racun bagi hewan, tidak menyebabkan tumbuhnya jaringan kanker (karsinogenik), serta tidak menyebabkan kecacatan pada anak yang dilahirkan (teratogenik) jika ada betina mengalami kebuntingan.

Salah satu bahan yang telah diteliti hingga kini dan menunjukkan standarisasi yang aman adalah D-Limonene. Bahan itu merupakan bahan alami yang mudah diperoleh peneliti.

Berasal dari lime

Ragil mengatakan kandungan D-Limonene dapat ditemukan pada buah seperti jeruk nipis, jeruk purut, jeruk manis, dan berbagai jenis jeruk lainnya. Dengan kadar persentase yang sedikit saja, akan membuat rusaknya hasil proses reproduksi, baik pada jantan maupun betina. Akan terjadi lebih dari 50 persen kerusakan sel spermatozoa dan ovum pada proses spermatogenesis dan folikulogenesis.

Tak menghilangkan sifat fisiologis

Dalam menjaga kesejahteraan kucing, pakan kontrasepsi harus tetap menjaga naluri harfiah kucing dalam proses reproduksi secara alami. Penggunaan D-Limonene tidak mengubah sifat fisiologis kucing, baik pada jantan maupun betina, terutama pada libido yang terjadi. Hal ini karena kawin merupakan sifat alamiah hewan dari nalurinya.

“Akan tetap ada libido karena ada proses hormonal yang terjadi. Tapi produksi spermatozoa dan folikel ovum akan rusak dengan tingkat.kegagalan 50 persen dalam proses fertilisasinya,” papar Ragil.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img