Trubus.id— Jurodi Kristian Panjaitan memanen minimal 480 kg pisang dari 8 tandan setiap 2—3 bulan. Artinya, pekebun di Kelurahan Pinangmancung, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Sumatra Utara, itu menghasilkan tandan berbobot sekitar 60 kg dari setiap tanaman.
Hasil fantastis itu lantaran Jurodi menanam pisang varietas kepok keling unggulan Kota Tebingtinggi. Ia menjual hasil panen segar ke perusahaan pengolahan keripik dan beromzet sekitar Rp 4,32 juta.
Jurodi membudidayakan 100 tanaman kepok keling di lahan 6.000 m² sejak 2018. Pria berumur 30 tahun itu mengetahui potensi besar pisang kepok keling dan tergerak menanamnya.
Harap mafhum masyarakat dalam serta luar negeri (Malaysia dan Uni Emirat Arab) menyukai keripik pisang kepok keling. Keberhasilan Jurodi mendapatkan hasil panen maksimal karena menerapkan perawatan intensif.
Pemeliharaan tanaman meliputi pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), kebersihan lahan, penjarangan anakan, pengairan, dan pembungkusan tandan. Pemberian nutrisi mengandalkan kombinasi pupuk organik dan kimia.
Menurut Jurodi pupuk organik berupa kotoran sapi terfermentasi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Ia memberikan 10 kg pupuk kandang 1—2 pekan sebelum penanaman bibit dengan cara meletakkan di lubang tanam.
Selain itu ia juga memberikan pupuk kimia sebulan kemudian. Pemupukan anorganik pertama meliputi 100 gr Urea, 100 g SP-36, dan 100 g KCl per tanaman. Adapun pemupukan kedua dan ketiga berupa 150 g Urea, 200 g SP-36, dan 200 g KCl per tanaman.
Interval pemupukan anorganik itu setiap 3 bulan. Berikan pupuk dengan cara penugalan di empat titik mata angin. Kedalaman lubang tugal 15—20 cm berjarak 50—60 cm dari pangkal batang. Setelah itu timbun kembali lubang pupuk.
Kombinasi pupuk organik dan kimia membuat tanaman tumbuh sentosa dan berproduksi maksimal. Perawatan tanaman yang juga tak kalah penting yakni pengendalian OPT.
Menurut pemulia tanaman Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Buah Tropika, Edison H.S., pekebun juga perlu mewaspadai serangan yang mengancam keselamatan tanaman seperti kumbang penggerek bonggol.
Tanda serangan kumbang penggerek bonggol pada tanaman muda yakni penampilannya yang layu. Adapun pada tanaman dewasa ada lubang di batang. Serangan masif memicu kematian tanaman.
Upaya mencegah kemunculan kumbang penggerek bonggol dengan menghadirkan predator larva. Sebut saja Plaesius javanicus, Hololepta sp., Chrysophilus ferrugineus, dan Ceromasra sphenopori.
