Friday, February 13, 2026

Herbal Manjur Atasi Malaria

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Parasit (Plasmodium falciparum) membonceng nyamuk (Anopheles balabacensis) betina. Nyamuk aktif pada fajar atau senja. Nyamuk betina yang terinfeksi plasmodium dan mengisap darah manusia memicu penyakit malaria.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada 15 Januari 2023 kasus positif malaria sebanyak 399.666 orang. Lima kabupaten atau kota dengan kasus positif malaria yakni Mimika (123.031), Jayapura (40.700), Kota Jayapura (35.068), Keerom (24.662), dan Yahukimo (15.492).

Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, beberapa kali meresepkan herbal untuk pasien malaria.

“Ada yang saat malam hari demam tinggi, siang hari biasa saja. Ada yang siang dan malam demam tinggi. Demam tinggi terkadang sampai menggigil. Lama-lama pucat,” kata Yayuk.

Bila tak ditangani dengan tepat, infeksi parasit tersebut dapat menyebabkan kematian. Yayuk menganjurkan konsumsi daun sambilata Andrographis paniculata. Cara konsumsi dengan mengunyah langsung beberapa lembar daun jika kuat menahan pahit.

Pilihan lain merebusnya dengan 2—3 gelas air dan meminum air rebusan. Upaya lain menumbuk daun pepaya (Carica papaya) segar, memeras, dan meminum air perasan. Tak hanya daun, bunga pepaya juga dapat membantu meredakan gejala malaria.

Yayuk juga menyebutkan sederetan herbal lain seperti biji mahoni (Swietenia mahagoni), buah makasar (Brucea javanica), daun mindi (Melia azedarach), dan daun mimba (Azadirachta indica). Menurut Yayuk prinsipnya herbal untuk malaria itu biasanya bersifat pahit tetapi tidak beracun. Ragam tumbuhan obat tersebut lazimnya berlaku spesifik pada daerah tertentu.

Artikel Terbaru

Ancaman Cacing Ascaridia pada Ayam dan Peluang Obat Herbal Indonesia

Infeksi kecacingan Ascaridiosis masih menjadi persoalan serius di industri perunggasan. Selain mengganggu kesehatan ayam, serangan cacing ini juga berujung...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img