Trubus.id—Salah satu rangkaian World Water Forum (WWF) ke-10 yang digelar di Nusa Dua, Provinsi Bali pada tanggal 18—25 Mei 2024 yakni Bandung Spirit Water Summit. KTT itu berlangsung pada tanggal 21 Mei 2024.
Bandung Spirit Water Summit tersebut akan berfokus pada upaya kolaboratif global untuk menemukan solusi permasalahan air di pulau-pulau kecil dan terluar.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Ketua Panitia Nasional Forum Air Dunia ke-10, Basuki Hadimuljono dan Han Seung-soo, serta Ketua Panel Pakar dan Pemimpin Tingkat Tinggi (HELP) dan mantan Perdana Menteri Korea, secara resmi akan membuka Bandung Spirit Water Summit.
Pada siaran pers WWF menteri Basuki menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Terutama di pulau-pulau terkecil dan terluar. Hal itu guna mengatasi perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Sebab pengelolaan sumber daya air menghadapi tantangan seperti peraturan penanggulangan bencana, pengumpulan data, analisis, peningkatan kapasitas, dan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Basuki dalam acara High Level Experts and 23rd Leaders Panel (HELP) on Water and Disasters, di Bali Nusa Dua Convention Center (19/05) menuturkan, “Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kerja sama dalam pengembangan perencanaan strategis yang fokus pada peningkatan kesadaran pengelolaan sumber daya air secara terpadu di pulau-pulau kecil dan terluar dalam menghadapi perubahan iklim dan kenaikan muka air laut.”
Pemerintah Indonesia juga memprakarsai pembentukan Pusat Unggulan Ketahanan Air dan Iklim yang bertujuan untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial ekonomi dalam mengatasi perubahan iklim.
Lebih lanjut Basuki menuturkan, perlu networking dan kolaborasi antar pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah, swasta, dan akademisi untuk menjadikan pusat pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas, implementasi solusi efektif perubahan iklim, dan tantangan sumber daya alam yang berkelanjutan dan inklusif.
Profesor Kenzo Hiroki dari National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) dan koordinator HELP menuturkan bahwa panel tingkat tinggi memiliki arti khusus. Musababnya untuk mengangkat dan mempromosikan isu air ke dalam platform solidaritas politik dan kesejahteraan bersama.
“Dalam forum ini, para pemimpin dunia, organisasi internasional, pakar, dan pemangku kepentingan akan berdialog dan menghasilkan The Spirit of Bandung: a call to action,” kata Kenzo.
Bandung Spirit Water Summit akan merumuskan usulan dan aksi nyata. KTT itu memiliki lima fokus utama: air dan perdamaian, perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana, sanitasi dan air untuk semua, keuangan dan pemerintahan, serta pemuda.
“Semangat Konferensi Asia Afrika di Bandung akan menjadi landasan penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali pada tahun 2024, tidak hanya sebagai landasan filosofis tetapi juga sebagai konsep dasar forum tersebut,” kata Basuki.
Basuki optimis semangat Konferensi Asia-Afrika tetap relevan dalam mengatasi permasalahan bersama yang memerlukan konsensus global sebagai solusinya, termasuk World Water Forum.
Pertemuan ini mentransformasikan seluruh kebijakan, semangat, dan semangat untuk bersama-sama menyongsong masa depan, menjadikan air sebagai sumber kehidupan dan perdamaian.
