Sunday, January 25, 2026

Daya Saing Jeruk lokal

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Produksi jeruk nasional pada 2024 mencapai 2,65 juta ton, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil produksi ini berasal dari berbagai sentra utama, seperti Banyuwangi, Malang, Bangli, Karo, Sambas, dan Barito Kuala.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan produktivitas jeruk lokal hanya 3,8 ton per hektare.

“Berdasarkan data BPS 2024, produktivitas jeruk lokal sebenarnya mencapai 44,8 ton per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan jeruk dari China yang hanya 19,5 ton per hektare,” ujarnya, dikutip dari laman Kementerian Pertanian.

Meski produksi dalam negeri diklaim mencukupi, pemerintah tetap membuka impor jeruk untuk menjaga ketersediaan pasar di luar musim panen jeruk lokal.

“Kami mengeluarkan rekomendasi impor dengan persyaratan teknis yang ketat, termasuk kepemilikan dokumen Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP),” jelas Taufiq.

Ia menambahkan bahwa kebijakan impor bertujuan memastikan keamanan pangan sekaligus melindungi produksi jeruk lokal. Pada 2024, rekomendasi impor jeruk ditetapkan sebesar 56,3 ribu ton atau sekitar 2,1 persen dari total produksi nasional. Jeruk impor berasal dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Afrika Selatan, Argentina, Australia, Pakistan, Tiongkok, dan Mesir.

Taufiq menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung produksi jeruk lokal melalui berbagai inisiatif. “Kami melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani agar kualitas jeruk lokal semakin meningkat,” katanya di Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan produksi, produktivitas, dan daya saing jeruk lokal dengan berbagai program strategis. Beberapa di antaranya adalah pengembangan kampung jeruk, penyediaan benih unggul, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara ramah lingkungan, serta penguatan sarana dan prasarana pascapanen.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan teknologi agar jeruk lokal dapat berproduksi sepanjang tahun. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jeruk lokal semakin kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img