Philodendron termasuk tanaman yang kuat. Meski beitu tanda seperti layu, busuk akar, atau daun menguning biasanya mengindikasikan gangguan fisiologis atau infeksi patogen. Layu pada philodendron paling sering disebabkan oleh kelebihan air dan aerasi tanah yang buruk. Studi fitopatologi dalam Plant Pathology oleh Agrios menjelaskan bahwa kondisi anaerob di zona akar memicu matinya rambut akar sehingga tanaman tidak dapat menyerap air meskipun media tampak basah. Solusinya memperbaiki drainase dengan media berpori campuran pakis, sekam bakar, dan perlite serta mengurangi frekuensi siram hingga media hampir kering.
Daun menguning sering dikaitkan dengan defisiensi nutrisi, terutama nitrogen, magnesium, atau zat besi. Kekurangan nitrogen muncul pada daun tua, sedangkan defisiensi magnesium memunculkan pola kuning di antara urat daun. Pemupukan teratur dengan NPK seimbang (misal 16-16-16) atau pupuk daun dengan kandungan Mg dan Fe khelat dapat memulihkan warna daun dalam 2—s3 minggu. Jika menguning hanya terjadi pada daun terbawah, itu bisa jadi merupakan proses alami penuaan dan tidak perlu khawatir.
Sirkulasi udara yang buruk juga memperparah penyakit philodendron karena meningkatkan risiko pertumbuhan jamur. Ulasan literatur hortikultura dalam Indoor Plant Health Guide karya D’Amato menekankan pentingnya ventilasi, cahaya terang tidak langsung, dan sanitasi daun. Mengelap permukaan daun dengan air bersih seminggu sekali dapat mengurangi debu yang menutup stomata dan mencegah perkembangan spora jamur.
Hindari menyemprot daun pada malam hari karena kelembapan tinggi tanpa cahaya memicu infeksi. Jika akar dan daun sudah parah, tindakan terakhir adalah propagasi. Pilih batang sehat dengan 2—3 ruas, potong dengan alat steril, lalu tanam di media baru. Hasil penelitian dalam Horticultural Science Journal menunjukkan bahwa setek batang dari tanaman sakit dan masih memiliki jaringan sehat dapat pulih sepenuhnya dalam lingkungan bersih dan media steril. (Naya Maura Denisa)
