Suhu kandang yang menembus 30°C—34°C membuat tubuh ayam broiler kehilangan kemampuan menjaga keseimbangan panas (heat stress). Di iklim tropis seperti Indonesia, tekanan panas tidak hanya menurunkan konsumsi pakan, tetapi juga menghambat pertumbuhan, menekan sistem imun, dan meningkatkan kematian pada masa puncak panas siang hari. Itulah alasan peternak harus memahami akar masalah serta strategi mitigasi yang benar.
Secara fisiologis, ayam tidak memiliki kelenjar keringat. Ketika suhu meningkat, satu-satunya cara mereka melepas panas melalui pernapasan cepat (panting). Proses itu menurunkan CO₂ darah dan memicu ketidakseimbangan elektrolit. Studi Attia dan rekan yang dimuat dalam Journal of Poultry Science menunjukkan bahwa stres panas 34°C dapat menurunkan efisiensi pakan dan imunitas broiler hingga 15%–20%. Penurunan konsumsi pakan menjadi faktor paling nyata. Alasannya ayam memilih minum lebih banyak dan makan lebih sedikit untuk menurunkan beban metabolik.
Untuk mengatasinya, manajemen kandang menjadi fondasi. Ventilasi silang, peningkatan kecepatan angin, dan penggunaan cooling pad terbukti menurunkan suhu efektif kandang 3°C—5°C. Penjelasan fisika termal itu diterangkan dalam buku Environmental Physiology of Livestock yang menyebutkan bahwa setiap peningkatan 1 meter/detik aliran udara membantu ayam melepas panas tubuh secara signifikan. Di kandang tradisional, membuka atap bagian puncak dan memperbesar celah dinding bisa menjadi solusi praktis tanpa biaya besar.
Nutrisi juga memegang peranan penting. Broiler yang diberikan vitamin C dan E lebih tahan terhadap fluktuasi suhu karena kedua nutrisi itu bekerja sebagai antioksidan yang menekan kerusakan sel. Penelitian klasik oleh De Basilio dalam Poultry Science, menunjukkan bahwa pengaturan waktu pemberian pakan terutama malam hari meningkatkan konsumsi pakan dan menurunkan beban panas metabolik pada siang hari.
Peternak di daerah panas terbukti mampu mempertahankan performa broiler lebih stabil dengan strategi sederhana itu. Dengan kombinasi ventilasi yang baik, dukungan nutrisi, dan penjadwalan pakan yang tepat, peternak dapat menekan kerugian akibat stres panas dan menjaga performa ayam tetap optimal di iklim tropis. (Naya Maura Denisa)
