Wednesday, February 18, 2026

Sukun, Superfood Lokal yang Siap Gantikan Gandum Impor

Rekomendasi
- Advertisement -

Di balik rimbunnya hutan Nusantara, tersimpan potensi pangan yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Buahnya bulat, berkulit hijau dengan duri lembut, dagingnya putih kekuningan. Itulah sukun. Bukan sekadar buah kampung, melainkan komoditas pangan yang berpeluang besar memperkuat kemandirian pangan nasional.

Ketika Indonesia masih bergantung pada beras dan gandum impor, sukun justru tumbuh subur di berbagai daerah tanpa perawatan rumit. Data menunjukkan produksi sukun nasional mencapai 190.551 ton pada 2020 dan trennya terus meningkat. Tanaman ini relatif mudah dibudidayakan, tidak memerlukan pestisida berlebihan, serta tidak bergantung pada sistem irigasi kompleks.

Kandungan Gizi Sukun Tak Bisa Diremehkan

Dari sisi nutrisi, sukun layak disebut sebagai pangan masa depan. Buah ini mengandung sekitar 68% pati dan 4% protein. Kandungan seratnya tinggi, dilengkapi vitamin C, omega 3 dan 6, serta bebas kolesterol.

Indeks glikemik sukun berkisar 23—60, lebih rendah dibandingkan dengan beras. Artinya, sukun lebih ramah bagi pengaturan gula darah. Selain itu, sukun bebas gluten sehingga cocok untuk penderita celiac maupun konsumen yang sensitif terhadap gluten.

Sejumlah penelitian, termasuk dari Universitas Syiah Kuala, menyebutkan konsumsi sukun berpotensi membantu menurunkan risiko penyakit jantung, mencegah kanker, hingga mengatasi rambut rontok. Kombinasi manfaat kesehatan dan kandungan gizi inilah yang membuat sukun semakin dilirik.

Tepung Sukun, Alternatif Terigu Lokal

Salah satu inovasi yang paling menjanjikan adalah pengolahan sukun menjadi tepung. Tepung sukun bersifat gluten-free, tinggi serat, dan bisa diproduksi di dalam negeri.

Pengujian menunjukkan tepung sukun dapat diolah menjadi berbagai produk seperti brownies, kue kering, mi, hingga marshmallow. Dengan kata lain, sukun bukan hanya bahan pangan tradisional, tetapi juga bahan baku industri pangan modern.

Di tengah meningkatnya tren konsumsi produk gluten-free secara global, tepung sukun membuka peluang pasar yang luas. Terlebih lagi, bahan bakunya tersedia melimpah di Indonesia.

Dari Gowa Menembus Pasar Ekspor

Potensi sukun bukan sekadar wacana. Di Gowa, Sulawesi Selatan, seorang pelaku usaha rumah tangga mampu menjual 500—1.000 kemasan sukun beku per bulan dengan omzet mencapai Rp12,5 juta.

Di sisi lain, sebuah perusahaan pengolahan pangan di Malang yang sebelumnya sukses mengekspor singkong beku ke Belanda dan Curacao kini tengah melakukan uji coba ekspor sukun beku ke Amerika Serikat. Ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar luar negeri mulai melirik produk berbasis sukun.

Inovasi Olahan Sukun Kian Beragam

Sukun juga fleksibel diolah menjadi aneka produk bernilai tambah. Selain dikukus atau digoreng, sukun dapat diolah menjadi brownies lembut, keripik renyah, hingga french fries yang lebih sehat. Bahkan, daun sukun dapat dimanfaatkan sebagai teh herbal.

Di tangan pelaku usaha kreatif dan chef inovatif, sukun bisa naik kelas menjadi produk premium di kafe dan restoran kota besar. Peluang bisnisnya masih sangat terbuka, baik untuk skala UMKM maupun industri.

Dukungan Pemerintah dan Peluang Pasar Global

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mulai mendorong sukun sebagai komoditas pangan strategis dalam program diversifikasi pangan nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada gandum impor.

Secara global, pasar produk gluten-free diperkirakan mencapai USD8,3 miliar pada 2025. Dengan produksi yang terus meningkat dan inovasi olahan yang berkembang, sukun Indonesia berpeluang mengambil bagian dalam pasar tersebut.

Sukun bukan lagi sekadar makanan tradisional. Dengan dukungan teknologi, inovasi, dan pasar yang tepat, sukun bisa menjadi ikon pangan sehat masa depan. Kini saatnya memberi ruang lebih besar bagi komoditas lokal yang tumbuh dari bumi sendiri.

Artikel Terbaru

Sagu Bisa Cukupi Kebutuhan Karbohidrat Nasional, Mengapa Masih Bergantung pada Beras?

Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi makro selain protein dan lemak. Fungsinya sangat vital sebagai sumber energi bagi tubuh,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img