Saturday, February 21, 2026

Bijak Sahur Cegah Turunnya Produksi ASI saat Ramadan

Rekomendasi
- Advertisement -

Ibu menyusui sering cemas soal puasa karena takut ASI berkurang sehingga bayi kekurangan. Menurut guru besar ilmu gizi dari IPB University, Prof. Rizal M Damanik, puasa bagi ibu menyusui tidak bersifat wajib dan ada ketentuan khusus dalam ajaran Islam. “Puasa Ramadan memang diwajibkan bagi umat Islam, tetapi bagi ibu menyusui ada dispensasi,” kata Rizal. Artinya ibu menyusui boleh tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidiah jika memang diperlukan.

Meski demikian, jika seorang ibu merasa sanggup dan kondisi ibu serta bayinya aman, berpuasa tetap diperbolehkan. “Kalau ibu menyusui ingin berpuasa, sebaiknya dicoba dulu secara bertahap, misalnya setengah hari,” ujar Rizal. Uji coba bertahap memberi waktu melihat reaksi tubuh dan produksi ASI sebelum mencoba puasa penuh.

Hal paling krusial adalah asupan gizi ibu. Rizal mengingatkan agar ibu memanfaatkan waktu sahur untuk memenuhi kebutuhan nutrisi berupa protein dan lemak yang cukup, serta karbohidrat dan variasi makanan. “Jangan sampai keinginan ibu untuk berpuasa justru membuat bayinya kekurangan ASI,” tutur Rizal. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi ibu. Bila asupan gizi berkurang, produksi ASI berpotensi turun dan berdampak pada bayi.

Praktik sederhana namun penting untuk ibu menyusui antara lain memiilih menu sahur bernutrisi lengkap dan menghindari diet ketat atau mengurangi porsi makan saat sahur. Tip lainnya manfaatkan pangan lokal bergizi. Di beberapa daerah, sayuran dan palawija mudah didapat dan ekonomis sehingga relevan untuk ibu di Jawa Barat dan daerah lain.

Untuk membantu produksi ASI, ada juga manfaat tradisional yang kini tersedia dalam bentuk modern. Misal sayur torbangun yang bisa dikonsumsi segar atau dalam kapsul sebagai suplemen pendamping selama Ramadan. Namun suplemen bukan pengganti makanan bergizi. Tetap fokus utama tetap pada pola makan seimbang.

Pemenuhan gizi ibu menyusui bukan hanya soal jangka pendek. Ini juga investasi jangka panjang untuk mencegah masalah tumbuh kembang seperti tengkes (stunting). Oleh karena itu, keputusan berpuasa sebaiknya dibuat bijak yaitu mempertimbangkan kondisi ibu dan bayi, memastikan asupan nutrisi tercukupi, dan bila perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.


Artikel Terbaru

Norwegian Forest Cat: Si Kucing Hutan Skandinavia yang Gagah, Anggun, dan Pemberani

Norwegian Forest Cat atau kucing norwegia dikenal sebagai kucing hutan dari kawasan Skandinavia yang tangguh, berbulu lebat, dan berwibawa....

More Articles Like This