Di sebuah sudut Kabupaten Tangerang, jejak air berpadu riuh dengan warna-warni sirip ikan kecil yang memantul di bawah sinar matahari pagi. Ini bukan sekadar kolam ikan biasa. Ini adalah rumah bagi ribuan maskoki. Mimpi panjang yang dibesarkan dengan kesabaran, dedikasi, serta kecintaan yang tak pernah padam.
Perjalanan Limas Farm bukanlah cerita soal keberuntungan semata. Ia berakar dari tradisi keluarga yang dimulai puluhan tahun lalu dan kini berada di tangan generasi yang meneruskan warisan itu yakni Umar Dani. Sejak kecil, Dani sudah terbiasa dengan suara gemericik air dan wujud maskoki yang berenang lincah di kolam. Bagi sebagian orang, maskoki hanyalah ikan hias. Bagi Dani,mereka adalah guru kesabaran, sumber peluang, dan simbol ambisi yang terus hidup.
Limas Farm memadukan pengalaman klasik dengan praktik modern. Di setiap kolam, oranda, ranchu, ryukin, dan varietas lain dipelihara dengan telaten. Ada ritual tak tertulis yang selalu diulang. Air harus jernih, pakan harus berkualitas, dan setiap ikan memperoleh ruang untuk tumbuh sesuai potensinya. Ikan-ikan yang lahir di sini bukan hanya untuk pemilik akuarium lokal saja. Mereka sudah melancong ke berbagai penjuru dunia dan menjadi wajah Indonesia di pameran dan kontes internasional.
Namun kisah Limas Farm lebih dari sekadar kolam dan ekspor. Ini adalah tentang bagaimana seorang pembudidaya kecil memupuk rasa percaya diri, mengatasi tantangan pasar global, dan menjaga tradisi tanpa kehilangan sentuhan personal. Ingin mengetahui lebih dalam bagaimana Dani mengelola Limas Farm? Tonton video perjalanan hidup dan usahanya secara utuh di link ini https://youtu.be/NiSBuQIXdfI?si=f41294vpUExJ9r4P
