Friday, January 30, 2026

Aglaonema Baru Dari Perseteruan Dua Kutub

Rekomendasi
- Advertisement -

Itulah pertarungan besar pada 2 dasawarsa terakhir. Bedanya Apple dan Intel setara karena berkekuatan sama. Sedangkan Indonesia vs Thailand seperti Daud melawan Goliath. Bayangkan, Indonesia hanya diwakili oleh Greg Hambali seorang. Penyilang jebolan University of Birmingham itu harus melawan sekitar 30 pemulia aglaonema asal Thailand. Lawan Greg pun tak bergerak sendiri. Mereka kian tangguh karena bergabung dalam Ornamental Plant Variety Developed Club.

Namun, bukan berarti Greg tak berkutik. Pada 1985 misalnya. Ia berhasil memerahkan Thailand dengan melepas pride of sumatera, aglaonema berdaun merah yang pertama. Prestasi fenomenal itu membangkitkan “kemarahan” penyilang Thailand yang sempat mati suri setelah masa aglaonema sitiporn pada 1970-an. Mereka mengekor mencetak aglaonema merah. Hingga 2005 Greg masih bertarung melawan Thailand. Berikut aglaonema baru yang mereka hasilkan:

Silangan Greg:

Harlequin

Sepintas sri rejeki berdaun pink dengan bercak hijau itu biasa saja. Namun, amati lebih cermat. Warna keperakan yang sangat halus tampak menyelimuti permukaan daun. “Itu kombinasi warna impian saya 6 tahun silam,” kata Greg. Paduan warna itu berasal dari darah A. rotundum, A. commutatum “Tricolor”, dan A. alumina. Lazimnya, warna logam perak muncul dominan pada aglaonema berwarna hijau dan putih. Sayang, tanaman berumur 3—4 tahun itu baru dipisah menjadi 2 pot sehingga belum diperjualbelikan. Rencananya, aglaonema yang diambil dari nama tokoh novel Agatha Christie itu akan dilepas pada lomba di ajang Flona 2005.

Ria

Aglaonema berdaun lebar itu istimewa. Daun hijau dominan, tetapi tangkai dan tulang daun utama merah cerah. “Mendapatkan warna tulang daun merah solid seperti ini sulit,” katanya. Di beberapa bagian daun tua, tampak sedikit bercak merah kekuningan. Tetua ria pun berdarah sama dengan harlequin, A. rotundum dan A. commutatum. Namun, ia di-backcross alias disilang kembali dengan induknya. Nama ria diambil dari nama seorang bocah, putri Tamsudin, pegawai yang telah bekerja pada Greg Hambali selama puluhan tahun.

Santy

Inilah ratu daun paling energik. Daun bulat memanjang dipenuhi bercak merah merata. Ia kian indah dengan sedikit bercak hijau dan putih. Bentuk daun bulat memanjang. Panjang daun 20—22 cm dan lebar 9 cm. Diduga pertumbuhan shanti agak lambat karena warna hijau—untuk fotosintesis—sedikit. Menurut Greg, shanti paling pantas sebagai hiasan di ruang kantor. Pasalnya, kombinasi warna dapat membangkitkan energi positif saat jenuh oleh aktivitas kerja. Nama Santy diambil dari seorang perempuan yang dikagumi Greg. “Ia penggemar tanaman hias yang “gila”. Di mana ada tanaman langka, langsung diburu,” katanya.

Sintha

Sintha termasuk sri rejeki berdaun lebar, 14 cm dan berbentuk oval. Ia istimewa karena warna dasar hijau d i s e l i m u t i d a d u p u c a t . Lantaran itu pertumbuhannya termasuk cepat. Tengok saja, anakan aglaonema berumur 5 tahun itu rimbun. Induknya A. commutatum hibrid yang disilangkan dengan A. rotundum. Ia dinamakan Sintha lantaran Greg mengagumi istri Rama—dalam kisah pewayangan—yang mempunyai keteguhan jiwa.

Silangan Thailand:

Hibrid yellow

Inilah keluaran terbaru Thailand. Aglaonema berumur 1,5 tahun itu belum ada nama. Namun, ia sangat istimewa lantaran warna dasar daun kuning. “Warna itu langka karena sulit didapat. Dalam 30 kali penyilangan, belum tentu muncul kuning,” kata Gunawan Widjaja, pemilik Widjaja Orchids. Warna itu baru satu-satunya di Indonesia karena aglaonema asal biji itu belum memunculkan anakan. Karena itu walau tingginya baru sejengkal, sangat mahal. Harga dari Thailand US$2.000 setara Rp20-juta.

Hibrid oranye

Siamese rainbow ini juga belum ada nama. Ia disebut hibrid oranye karena warna dasar jingga. Ia istimewa lantaran berdaun panjang dan sempit, masing-masing 25 cm dan 4 cm.  Lazimnya aglaonema jingga berdaun bulat lebar. Menurut Gunawan, daun panjang dan sempit itu diturunkan dari A. commutatum. “Ia dominan pada bentuk daun,” katanya. Warna jingga berasal dari darah A. rotundum.

Sun sun

Inilah aglaonema paling atraktif. Gunawan menyebutnya sun-sun. Yang istimewa, “Warna putihnya luar biasa,” kata Gunawan. Ia termasuk aglaonema berdaun besar, panjang 25 cm dan lebar 20 cm. Lantaran cantik, Aglaonema berumur 3 tahun itu dibandrol US1.000 setara Rp10-juta.

Yellow bone

Yang ini juga istimewa lantaran tulang daun kuning. Lazimnya, aglaonema bertulang putih, hijau, merah, dan perak. “Ini sangat langka,” kata Gunawan. Sri rejeki berumur 3 tahun itu didominasi warna hijau. Karena itu, ia paling cepat pertumbuhannya dibanding hibrid yellow, hibrid oranye, dan sun sun. Tengok saja, sosok aglaonema berdaun panjang itu kompak. Pemilik nursery di Thailand mau melepas yellow bone setelah dibayar Rp10-juta. (Destika Cahyana)

 

Artikel Terbaru

Cara Mengatasi Philodendron Layu, Busuk Akar, dan Daun Menguning

Philodendron termasuk tanaman yang kuat. Meski beitu tanda seperti layu, busuk akar, atau daun menguning biasanya mengindikasikan gangguan fisiologis...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img