Tuesday, January 27, 2026

Anggrek Kreasi Tak Pernah Henti

Rekomendasi
- Advertisement -

Aneka kreasi memanfaatkan limbah sebagai pot artistik sehingga melonjakkan harga jual anggrek.

Anggrek Dendrobium burana doll, tampil prima di potongan kayu

Trubus — Harga anggrek oncidium twinkle yellow biasanya hanya Rp50.000 per pot. Rizal Djaafarer berhasil mendongrak harga anggreknya hingga naik 2—5 kali lipat. Di tangan penganggrek di Bandung Barat, Jawa Barat, itu harganya meningkat menjadi Rp350.000. Harga Phalaenopsis javanica paling Rp500.000. Rizal memoles anggrek itu hingga harganya Rp1,5-juta. Ia menumbuhkan anggrek di potongan kayu, kulit kayu, atau papan tipis.

Potongan kayu dan kulit kayu merupakan limbah dari pohon yang ditebang. Sabut dan tempurung kelapa limbah dari industri kelapa. Adapun papan tipis, limbah dari pabrik pensil. Bahan itu tahan hingga beberapa bulan hingga tahunan. Kreasi meningkatkan nilai jual anggrek. Meski demikian penataan artistik, belum cukup untuk mendapatkan anggrek yang menarik dipandang. Sebab, anggrek harus tetap sehat agar dapat berbunga.

Aneka kreasi

Wadah kaca juga cocok sebagai pot anggrek.

Sebenarnya Rizal menata anggrek amat simpel. Namun, semakin simple penataan, semakin berkelas. Penganggrek senior itu memperoleh kayu dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kreasi lain Rizal tampak di sebuah lorong sepanjang 50 meter yang tak seberapa lebar, hanya 2 meter. Puluhan anggrek menempel di potongan kayu sepanjang 20—30 cm. Di bawah wadah potongan kayu itu dikaitkan lagi potongan kayu beranggrek. Setiap untaian terdiri 4—6 potong kayu.

Selain menggantung, ada pula anggrek oncidium gold buster dan cattleya sweet sugar x Cattleya letiola yang tumbuh di atas lempengan kulit kayu. Panorama itu membuat lorong kian apik. Kawat penggantung meliuk-liuk sehingga anggrek-anggrek itu seolah hidup di sangkar burung. Sangkar anggrek itu juga ditata saling menggantung hingga 4—5 wadah. Itulah lorong menuju kebun Rumah Anggrek Rizal milik Rizal Djaafarer.

Masyarakat Belanda memanfaatkan pot unik untuk budidaya anggrek.

Rizal selalu menata anggreknya di wadah unik. Hasil kreasinya kemudian dipajang di berbagai sudut di kebun, baik di dalam rumah plastik atau pun di luar. Kreasi Rizal itu menyebabkan pesona tanaman kerabat vanili itu tidak hanya terletak pada keindahan bunga. Penataan apik menyebabkan anggrek yang biasa menjadi luar biasa. Bahkan saat tidak berbunga pun tanaman anggota famili Orchidaceae itu tetap menarik.

Pehobi lain yang “memoles” tampilan anggrek adalah Adelia Anastasia. Pehobi tanaman di Kota Depok, Jawa Barat, itu gemar menempatkan anggreknya di wadah kayu. Adelia menempatkan anggrek di wadah berbentuk kotak potongan kayu. Ia lantas meletakkan anggrek di pelataran rumah dan mengikatkannya di pohon buah-buahan. Menurut Adelia, “Anggrek yang tergantung mudah tumbuh dan berbunga. Apa lagi tempatnya cukup lembap.”

Anggrek tumbuh sentosa di potongan kayu.

Selain itu Adelia juga mencantelkan anggrek di bagian atas teras rumah plastik untuk sansevieria. Anggrek itu silih berganti berbunga sehingga pengunjung seolah berada di pameran. Di dalam rumah plastik pun anggrek tetap menarik. Contohnya dendrobium burana doll yang tengah berbunga lebat. Rizal mengaitkan anggrek itu di tiga potongan kayu berdiameter 5 cm yang ditata sejajar.

Anggrek itu tumbuh sentosa di wadah potongan kayu. Di ujung bulb muncul tangkai bunga sepanjang 1 meter. Sebanyak 25 bunga kuntum selebar 5 cm menggelayuti tangkai itu. Begitu lebatnya sehingga tangkai bunga menjuntai melewati dasar wadah. Kreasi lainnya berbentuk keranjang dari lembaran kulit kayu. Rizal menempelkan kulit kayu di dindingnya. Setelah itu, keranjang dipasangi lumut dan anggrek Phalaenopsis venosa dan P. stuartiana. Hasilnya, anggrek stuartiana memunculkan tangkai bunga panjang, meski baru berbunga pertama kali.

Hemat tempat.

Phalaenopsis rajin berbunga di “keranjang” kayu.

Rizal menempelkan anggrek di potongan kayu bukan agar artistik semata. Dengan menempelkan di potongan kecil, ia dapat menghemat ruang. Menurutnya teknik itu cocok untuk halaman terbatas. Untuk halaman terbatas, anggrek besar dengan wadah besar tidak dihadirkan, tetapi yang kecil yang dicari. “Anggrek besar itu memakan tempat”, ujar Rizal. Dengan luas area 2 m x 2 mx 2,10 m, ia bisa memelihara 500 anggrek dalam rumah plastik.

Ia membangun kerangka besi setinggi 2,10 m. Di atas rangka ia meletakkan 6 pipa besi 1 inci sebagai tempat menggantung anggrek. Jarak setiap untaian 20 cm. Setiap untaian terdiri atas 5—10 potongan kayu. Artinya satu baris terisi 50—100 anggrek. Di rumah tanam itu terdapat 6 baris atau total 600 anggrek. Meski tersusun rapat, anggrek tetap tumbuh baik. Pencahayaan memang minim, tetapi dengan penempatan dan pemilihan jenis tepat, anggrek tetap berbunga.

Rizal Djaafarer berkreasi tiada henti.

Yang juga cukup menarik ialah anggrek mini dalam pot. Rizal memasang catleya, dendrobium, dan oncidium dalam pot mini berpegangan. Kreasi itu cocok sebagai suvenir untuk berbagai perayaan. Karya lain yang senantiasa menarik ialah sabut dan tempurung kelapa. Sebelum memanfaatkan kayu, ayah dua putra itu memanfaatkan limbah kelapa, untuk membuat lukisan hidup. (Syah Angkasa)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img