Thursday, January 29, 2026

Cempedak Raja Istimewa

Rekomendasi
- Advertisement -

Sudah genjah, produktif, bobot besar, cita rasa legit pula. Itulah kelebihan cempedak king.

Trubus — Cempedak umumnya berbobot 2—3 kg per buah. Tatang Halim menyodorkan buah cempedak berbobot 8 kg atau dua kali lipat bobot cempedak baisa. Pekebun di Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, itu membuka kulit buah. Seketika aroma harum menguar lebih tajam. “Setelah buah matang, manis dan aromanya semakin keluar,” kata Tatang.

Warna daging buahnya kuning pekat amat seronok. Lazimnya daging buah cempedak kuning pucat. Rasa daging buah manis. Tekstur renyah. Itulah sosok cempedak king. Sebutan king mengacu pada ukuran yang besar, rupa daging buah, dan cita rasa. Menurut Tatang tekstur buah cempedak king muda mirip nangka, keras tetapi tidak bertepung. Namun, makin matang buah cempedak king, sifat cempedak kian kentara.

Pohon genjah

Cita rasa daging buah cempedak king lebih manis dan legit dibandingkan dengan daging buah cempedak pada umumnya. Ketahanan buah setelah panen juga cenderung lebih lama, mencapai 4 hari. Kelebihan lain cempedak king bersifat genjah alias cepat berbuah. Tatang menanam 10 bibit cempedak king hasil perbanyakan okulasi pada 2015. Ia memperoleh bibit cempedak Malaysia itu dari Johan Ariono, pekebun buhah-buahan asal Kabupaten Karanganyar. Kala itu bibit masih setinggi 60 cm.

Semakin tua usia pohon, buah yang dihasilkan pohon raja cempedak semakin banyak. (Dok. Trubus)

Pekebun berumur 56 tahun itu menanam cempedak king berjarak 5 m x 5 m di lahan berketinggian 25 meter di atas permukaan laut. Dua tahun berselang, cempedak king magori alias berbuah perdana. Setiap tanaman menghasilkan 3 buah. Seiring penambahan umur pohon produksi juga melonjak. Pada panen berikutnya, produksi mencapai 7 buah per pohon. Adapun pada kini pohon berbuah untuk ketiga kalinya, rata-rata 12 buah per pohon.

Saat ini tanaman anggota famili Moracea itu berumur 4 tahun dan tengah berbuah untuk kali ketiga. Menurut Tatang terdapat dua jenis cempedak king kuning dan jingga. Tatang memilih menanam cempedak kuning. Alasannya karena perawatannya mudah. Tanaman kerabat tin itu juga produktif. Di kebun Tatang tanaman berumur 4 tahun menghasilkan 13—15 buah. Tinggi tanaman mencapai 2,5—3 meter. Tajuk tampak rimbun.

Bentuk buahnya lonjong dan kulitnya hijau bersih. Menurut Tatang cempedak king siap panen jika buah mengeluarkan aroma khas cempedak, kulit buah menguning, serta duri pada kulit sudah melebar dan tumpul. Dalam sekali panen Tatang memetik rata-rata 100—110 buah dari 10 tanaman. Panen buah-buah itu dilakukan sesuai selera. Tatang menyarankan untuk konsumsi sendiri baiknya dipetik ketika buah matang di seluruh bagian.

Tatang menduga cempedak king hasil persilangan antara cempedak dan nangka. Dugaan kuat itu karena keseluruhan sifatnya merupakan kombinasi antara karakter nangka dan cempedak. Sekadar contoh, daun cempedak king lebih mirip daun nangka yang tidak berbulu. Pada umumnya daun cempedak kasar akibat permukaannya ditutupi bulu dalam jumlah banyak.

Perawatan mudah

Cempedak king terbukti memiliki beragam keunggulan, genjah, produktif, manis, tekstur renyah. Meski demikian Tatang tidak menyarankan perbanyakan secara generatif atau dari biji. Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir Sobir, M.Si., perbanyakan generatif berpotensi menimbulkan sifat yang berbeda dari induk karena adanya variasi genetik. Oleh karena itu, akan lebih baik dan lebih cepat jika ingin memiliki cempedak king dengan okulasi atau grafting.

Buah cempedak king muda dapat dipanen 60 hari lagi. (Dok. Trubus)

Pekebun di Kabupaten Karanganyar, Johan Ariono, juga menanam cempedak king pada 2010. Lokasi kebun berketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Pekebun 46 tahun itu memperoleh bibit dari Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat. Di kebun Johan si raja juga magori pada umur 3 tahun. Meski tumbuh di dataran menengah, cita rasa cempedak king tetap manis dan bertekstur renyah.

Ia tertarik membudidayakan cempedak raja karena produktif. Menurut Johan hampir semua fruitset tumbuh menjadi buah. Namun, Johan menyeleksi buah ketika seukuran ibu jari kaki dengan membuang fruitset yang bentuknya kurang apik. Pria kelahiran 7 Juni 1973 itu hanya mempertahankan rata-rata 7 buah di sebuah pohon berumur 5 tahun. Johan mengatakan, sifat tanaman adaptif dan perawatan lebih mudah dibandingkan dengan durian.

Atur Nutrisi untuk Raja

Menurut Johan Ariono kunci perawatan pohon cempedak king adalah pemberian pupuk NPK sebagai sumber nutrisi utama. Selama 5 tahun membudidayakan cempedak king ia tidak menemukan kendala perawatan. Menurut pria 46 tahun itu rasa buah yang manis akan tercipta dari pemberian nutrisi yang cukup. Johan memberikan 1 kilogram NPK per pohon. Pemberian nutrisi itu setelah panen, berselang 4 bulan.

Johan menaburkan pupuk NPK dan menutup kembali dengan tanah. Frekuensi pemupukan NPK 2—3 kali setahun. Penyiraman pohon bergantung pada kondisi tanah dan cuaca. Pekebun buah-buahan itu biasanya memberikan 100—200 liter air per pohon setiap pekan.

Menurut Tatang berkat karakter buah yang bergetah, hama kurang menyukai cempedak. “Karena serangan hama atau penyakit jarang, kalau ada gejala yang agak banyak paling saya semprot dua minggu sekali itu juga dengan dosis terendah,” ujar Tatang. Aplikasi insektisida dan larvasida sebagai bentuk pencegahan tidak menentu. Menurut Tatang kuncinya cukup dengan mengganti jenis pestisida setelah empat kali penyemprotan agar hama tidak menjadi kebal. (Hanna Tri Puspa Borneo)

Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img