Thursday, February 12, 2026

Tubuh Betta Penuh Warna

Rekomendasi
- Advertisement -

TRUBUS Cupang plakat dumbo ear dan double tail kini tampil multiwarna.

Cupang plakat bersirip dayung besar itu istimewa. Kombinasi warna merah, kuning, putih bercampur di tubuhnya. Ia cupang jenis baru, plakat dumbo ear multicolor. Penangkar di Jakarta Timur, Bahrul Alam, yang membidani kelahiran dumbo ear—merujuk pada kedua sirip dayung yang besar hingga mirip telinga. Selama ini, jenis cupang plakat dumbo ear hanya memunculkan warna gold, lavender, dan putih. Sementara varian multiwarna pada Betta splendens jenis dumbo ear itu tergolong baru.

Bahrul menuturkan, “Cupang dumbo ear sejak lama berkembang di Indonesia. Namun, varian warnanya hanya terbatas gold, putih, dan lavender.” Kini cupang itu muncul dengan penampilan anyar. Para pemain cupang menyebutnya multicolor. Istilah multiwarna itu bisa tiga kombinasi warna atau lebih yang tercampur merata di sekujur tubuhnya. Multicolor berbeda dengan marble—kombinasi 2—3 warna tidak tercampur merata dan membentuk pola seperti pada anjing dalmatian.

Sirip dayung besar

Bahrul Alam menangkarkan
cupang.

Menurut Bahrul Alam ikan cupang plakat dumbo ear multicolor muncul sekitar 2020. Namun, baru ramai sekarang karena menunggu performa bagus. Penangkar kelahiran 2 Februari 1994 itu mengatakan, cupang jenis dumbo ear bisa berkualitas bagus jika lebar sirip dayung samping kanan dan kiri seimbang alias tidak besar sebelah. Selain itu, lebar sirip memenuhi separuh badannya. “Kalau tidak sampai separuh badannya, biasanya hanya disebut big ear bukan dumbo ear,” ujar Bahrul.

Kriteria lain relatif sama dengan cupang plakat pada umumnya seperti ekor membentuk huruf D secara sempurna. Namun, keunggulan cupang dumbo ear ternyata juga memberikan dampak negatif pada ikan itu. Sirip dayung cupang itu sangat besar hingga menutupi kelamin. Akibatnya menyulitkan cupang dumbo ear berkopulasi. “Ada beberapa cara untuk mengatasinya seperti memotong sebagian siripnya agar mudah berkembangbiak atau dengan mengganti induk betinanya dengan ikan cupang big ear,” ujar Bahrul Alam.

Di arena kontes, plakat dumbo ear multiwarna
masuk kelas
plakat big
pectoral.

Menurut Bahrul cupang plakat dumbo ear tak membutuhkan perawatan khusus. “Seperti merawat ikan cupang jenis lainnnya,” ujar Bahrul Alam. Perawatan itu misalnya rutin mengganti air dan memberi pakan yang kaya nutrisi. Pehobi ikan cupang sejak duduk di bangku sekolah dasar itu mengganti air sepekan sekali. “Tiga hari sekali hanya separuh saja yang dibuang. Baru pada hari ke tujuh diganti semuanya,” ujarnya.

Adapun pakan plakat dumbo ear multiwarna berupa jentik nyamuk atau cacing beku. Bahrul juga kadang-kadang memberikan kutu air sebagai pakan untuk anakan. Jumlah pemberiannya tergantung kondisi ikan. Sebagai contoh, ikan cupang berumur sekitar 3 bulan bisa menghabiskan 20—30 jentik nyamuk. Bahrul Alam memberikan pakan dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Menurut Bahrul Alam plakat dumbo ear multiwarna belum jarang menjuarai kontes lantaran masih perlu penyempurnaan.

Di kontes ikan cupang ikan baru itu, “Masih kalah dengan palakat dumbo ear warna putih, gold, dan lavender. Karena dari segi penampilan sirip dayungnya masih kalah dengan tiga warna itu,” ujar juri International Betta Congress (IBC) 2020 itu. Jika idealnya sirip dayung dumbo ear itu lebar dan rapi, jenis yang multiwarna itu kadang masih berlipat. Hal itu menurunkan nilai saat penjurian kotens. “Saya belum berani mengembangkan plakat crowntail dumbo ear multicolor karena tulang siripnya belum rapi,” kata Bahrul.

Double tail multiwarna

Di Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Septian Dwi Suryana Putra juga mengoleksi ikan cupang mutiwarna jenis baru. Ikan itu bersirip ekor pendek dan terbelah menjadi dua secara simetris. Penampilan ikan baru itu menarik karena sekujur tubuh dipenuhi kombinasi warna biru, merah, jingga yang tercampur merata. “Ini jenis double tail mutlicolor,” ujar Septian. Ia mengembangkan cupang itu sejak 2019.

Double tail mutlicolor koleksi Septian Dwi Suryana Putra.

Ikan itu muncul pada akhir 2019. Namun, secara bentuk dan warna belum terstandar. Lalu ia mengembangkan ikan itu agar terstandar. “Akhirnya baru tahun ini kita rilis,” ujar Septian. Menurut pemilik 88 Genetical Farm itu sejatinya selain double tail dan plakat dumbo ear, ada cupang jenis lain yang relatif baru memiliki varian multicolor yaitu plakat crown tail dumbo ear dan halfmoon dumbo ear. Kehadiran varian multiwarna ini tentu sangat ditunggu oleh para pemain cupang di seluruh penjuru Indonesia.

Pemerhati ikan cupang di Jakarta Timur, Mirza Ghulam Ahmad, menuturkan, “Untuk menghasilkan dumbo ear yang balance saja susah, apalagi kini ada yang multicolor. Ini kesulitannya ‘tingkat dewa’,” ujar Mirza. Frasa tingkat dewa menunjukkan tingkat kesulitan amat tinggi. Menurut Mirza munculnya varian multicolor baik pada plakat dumbo ear dan double tail memang layak menjadi tren. Tingkat kesulitannya tinggi untuk menghasilkan dua jenis baru itu. (Bondan Setyawan/Peliput: Muhamad Fajar Ramadhan)

Artikel Terbaru

Ancaman Cacing Ascaridia pada Ayam dan Peluang Obat Herbal Indonesia

Infeksi kecacingan Ascaridiosis masih menjadi persoalan serius di industri perunggasan. Selain mengganggu kesehatan ayam, serangan cacing ini juga berujung...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img