Trubus — Penyakit yang kerap menyerang adenium antara lain cendawan fusarium yang menyerang akar, batang, dan pucuk tanaman. Untuk mengantisipasi serangan cendawan pehobi harus selalu mencegah media tanam terlalu lembap. Pasalnya media tanam yang lembap tempat nyaman bagi cendawan untuk berkembang biak. Keberadaan cendawan juga membuat akar serabut tanaman mati sehingga stamina tanaman lambat laun merosot.

Pehobi adenium di Klaten, Jawa Tengah, Rochmad Subandi menyarankan agar pehobi mengatur jarak antartanaman. “Jangan letakkan tanaman di lantai, tetapi berikan penyangga sehingga pot tidak bersentuhan langsung dengan lantai maupun tanah,” kata sarjana matematika, alumnus Universitas Sebelas Maret itu. Dengan cara itu sirkulasi udara menjadi lancar. Bila serangan cendawan kian parah, semprotkan fungisida setiap 5 hari.
Adapun untuk mengantisipasi serangan terutama pada musim hujan penyemprotan bisa dilakukan setiap bulan. Selain cendawan, kutu putih juga menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup adenium. Kutu putih yang menyerang akar dan daun. Untuk menghalau keberadaan hama pengganggu itu Rochmad menaburkan insektisida berbahan aktif karbofuran di sekitar media tanam. Berikan pula insektisida lewat daun. Rochmad biasanya menyemprotkan insektisida berbahan aktif profenofos sesuai dosis anjuran setiap 5 hari. (Andari Titisari)
