Trubus.id— Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berinovasi membuat balsam penyembuh luka dan antiseptik berbahan dasar daun asam jawa (Tamarindus indica). Balsam itu diberi nama Tamarin Balm.
Ketua tim pengembangan Tamarin Balm, Muadz Fikri Gunawan, Ide pemanfaatan daun asam jawa berawal dari keinginan para tim pengembang Tamarin Balm untuk menghadirkan alternatif produk penyembuh luka berbahan herbal.
“Sebenarnya sudah banyak produk perawatan kulit yang menjanjikan kesembuhan pada luka. Namun, tidak sedikit yang memberikan reaksi alergi, ruam, dan kulit kemerahan yang biasanya disebabkan oleh campuran fragrance oil atau eksipien kimia sintesis yang berbahaya bagi kulit,” tuturnya dilansir dari laman resmi UGM.
Oleh karena itu, Muadz dan rekan mencoba membuat formula untuk produk perawatan luka yang aman dan efektif melalui pendekatan fitofarmaka yaitu produk perawatan luka yang berbahan dasar senyawa alami yang aman untuk kulit.
Akhirnya, Muadz memanfaatkan daun Asam Jawa sebagai bahan dasar balsan Tamarin Balm. Daun asam jawa mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai antiseptik dan berpotensi untuk membantu kesembuhan luka.
“Keberadaan pohon asam jawa cukup melimpah di DIY namun pemanfaatanya belum maksimal sehingga kami berupaya mengolahnya sehingga bisa bisa berdaya guna dan bernilai ekonomis,” kata Muadz.
Anggota tim pengembangan lainnya, Fitria Desy Nur Fajar, menambahkan, daun asam jawa memiliki kandungan yang bisa membantu dalam penyembuhan luka. Dalam daun asam jawa terkandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin yang memiliki aktivitas antiseptik kuat sehingga efektif mencegah timbulnya infeksi pada luka.
Penggunaan daun asam jawa bisa membantu membersihkan luka secara alami dan mencegah perkembangan bakteri berbahaya. Tak hanya itu, daun asam jawa juga mempunyai kandungan zat penyembuh luka. Dengan begitu, pemanfaatan daun ini bisa merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada kulit dan mempercepat proses penyembuhan luka.
“Di samping itu juga membantu mengurangi risiko bekas luka yang permanen,” tuturnya.
Apabila terdapat peradangan pada luka, daun asam jawa juga bisa membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan di sekitar luka. Sebab, dalam daun ini mengandung senyawa anti peradangan.
Dalam daun asam jawa juga memiliki kandungan antioksidan yang dapat melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Hal ini membantu mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi.
Selain menggunakan daun asam jawa sebagai bahan utama, di dalam Tamarin Balm juga ditambahkan minyak esensial lavender yang memiliki kandungan terpenoid, linalool, dan linalyl acetate yang berpotensi sebagai antioksidan, antibakteri, anxiolytic, analgesik, dan anti-inflamasi. Selain itu penambahan minyak esensial Lavender ini juga untuk memberikan efek relaksasi.
“Kami juga menambahkan vitamin E yang merupakan antioksidan sehingga baik untuk melindungi kulit dari stres oksidatif dan mempercepat penyembuhan luka pada kulit,” imbuh Khansa Auliya Putri Dewanto, anggota tim pengembangan lainnya.
Saat ini Tamarin Balm telah beredar di pasaran. Untuk 1 Tamarin Balm dijual seharga Rp12.000 dan bisa dipesan melalui IG: @pkmugm_tamarinda.balm.
Sebagai informasi, tim pengembangan Tamarin Balm terdiri atas Muadz Fikri Gunawan, Khansa Auliya Putri Dewanto, Cokorda Keigoputra Pemayun, Abdi Cahyo Negoro, dan Fitria Desy Nur Fajar.
