Trubus.id—Penampilan begonia eka karya sangat cantik. Kelopak bunga bertumpuk dengan mahkota roset menyebabkan sebagian orang menyangkanya mawar. Dugaan itu keliru. Bunga jingga kekuningan itu ternyata begonia. Tanpa bunga saja, tanaman tampil elok. Permukaan atas daun berwarna hijau tua kombinasi keunguan. Apalagi jika bunga jingga muda itu bermekaran, makin elok begonia baru.
Itulah sebabnya pemulianya, Dra. Hartutiningsih M. Siregar, menggolongkan sebagai begonia berbunga indah. Menurut Hartutiningsih para pehobi di dataran tinggi cocok mengoleksi begonia anyar itu. Eka Karya tumbuh dan berbunga maksimal di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut (dpl).
Hartutiningsih mengatakan bahwa begonia Eka Karya tetap bisa hidup di dataran rendah. Ia pernah menguji coba penanaman Eka Karya di Kebun Raya Bogor berketinggian 250 meter dpl. Sayangya, pertumbuhan Eka Karya di dataran rendah tidak maksimal. Selain itu tanaman juga sulit berbunga. Sementara ini belum ada tip khusus membungakan Eka Karya.
Begonia akan berbunga sendiri pada musimnya, April— September selama tanaman tumbuh dengan normal. Pantas para pehobi menanti April— September ketika Eka Karya memamerkan keelokan bunganya. Anggota tim riset, I Made Ardaka mengatakan, begonia menyukai media tanam yang porous dan kelembapan tinggi. Pria kelahiran Singaraja, 15 Januari 1975 itu mencampurkan humus rumput hutan, arang sekam, dan kotoran hewan kambing fermentasi dengan perbandingan 1:1:1.
Menurut Ardaka penggunaan media tanam harus disesuaikan dengan habitat aslinya dengan potential hydrogen (pH) cenderung normal (6—7). Di dataran tinggi pH cenderung rendah, 4—5. Oleh karena itu, pehobi menambahkan dolomit agar pH netral. Sebelum penanaman, pria 47 tahun itu juga menaburkan insektisida berbahan aktif karbofuran berdosis 1 kg per 1 ton media tanam.
Tujuannya mencegah serangan hama seperti siput dan cacing. Kotoran hama menyebabkan media tanam menjadi keras, sehingga akar tidak bisa tumbuh dengan bebas. Ardaka menganjurkan penyemprotan pupuk cair yang mengandung asam alginat untuk merangsang pembungaan. Konsentrasi pupuk organik cair itu relatif rendah, hanya 10 ml dalam 10 liter air.
