Trubus.id— Penanaman bibit durian teknik segitiga berkembang di Indonesia. Sejatinya teknik segitiga itu lebih dahulu berkembang di Thailand. Beberapa pekebun di Thailand menanam 3 batang durian berdekatan.
Muhammad Hengki Massie, salah seorang yang terpikat menanam durian model tripel. Pekebun durian di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, itu menanam tiga bibit berdekatan, membentuk segitiga. Umur bibit saat penanaman setahun. Jarak antarlubang tanam 10 m. Formasi jenis tanaman dalam satu titik—yang membentuk segitiga—berbeda-beda.
Ia menanam varietas musang king, duri hitam, dan bawor. Formasi lain terdiri atas musangking, duri hitam, dan duri hitam. Ada juga duri hitam, duri hitam, bawor atau musang king, bawor, duri hitam. Jarak antarjenis durian 2 m.
Total jenderal Hengki menanam 360 pohon yang diterapkan dengan cara tripel pada 2019. Berdasarkan pengamatannya motode tripel cukup menjanjikan. Salah satu pohon bawor yang ditanam belajar berbunga saat berumur setahun 8 bulan usai penanaman. Hengki memanen 2 bibit bawor hasil okulasi.
“Pohon berikutnya yang berbuah adalah musang king, disusul duri hitam,” katanya.
Ia semringah sebab satu pohon musang king berumur 3 tahun menghasilkan 23 buah. Sampai Agustus 2023 hampir semua pohon durian hasil penanaman tripel (360 tanaman) telah berbuah.
Pekebun di Pahang, Malaysia, William Lee, juga menerapkan cara penanaman yang sama. William Lee ingin membuktikan keberhasilan metode segitiga. Ia menanam tiga bibit duri hitam dalam satu titik. Jarak antar titik 13 m x 9 m. William membuat 597 titik setara 1.791 bibit duri hitam.
Tanaman berumur 2 tahun 4 bulan itu tumbuh subur dan sehat berkat perawatan intensif. Pekebun yang menggeluti bisnis durian selama 10 tahun itu mengombinasikan pupuk organik dan kimia untuk menjaga performa tanaman.
Walaupun tanaman belum berbuah, William optimis menuai buah sesuai harapan. Oleh karena itu, ia memperhatikan betul kebutuhan tanaman. Ia menyiapkan pupuk yang mengandung fosfor tinggi untuk melindungi tanaman dari kerontokan bunga.
Pupuk yang mengandung kalium untuk menjaga kemanisan buah. William juga memasang selang di setiap titik untuk memasok kebutuhan air bagi tanaman. Menurut pemulia tanaman di Kota Bogor, Jawa Barat, Gregori Garnadi Hambali durian merupakan tanaman yang menyerbuk silang.
Tanaman bersifat self-incompatible sehingga diperlukan pohon dari varietas lain untuk membantu penyerbukan. Namun, menurut Greg—sapaan Gregori—belum ditemukan formasi yang pas setiap kelompok menggunakan jenis varietas apa saja.
Menurut pekebun durian di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Juanto, apa pun metodenya yang paling penting bagaimana cara merawat pohon. Juanto menuturkan, metode tripel cocok untuk lahan datar. Jika kontur kebun tidak rata mengakibatkan tinggi tanaman setiap titik alias kelompok akan berbeda.
Kelemahan lain kadang kala pertumbuhan batang tidak seimbang. Pasalnya, cabang bagian dalam tidak tumbuh dengan sempurna. Sebab itu, pekebun butuh usaha esktra untuk mengembangkan metode tripel.
