Saturday, February 21, 2026

Cara Melebatkan Belimbing di Tabulampot agar Buah Besar, Manis, dan Muncul di Batang

Rekomendasi
- Advertisement -

Belimbing yang berbuah lebat dengan ukuran besar dan rasa manis tentu menjadi impian setiap pehobi tabulampot. Apalagi jika buahnya menggantung langsung di batang, tampilannya bukan hanya unik, tetapi juga bernilai jual tinggi. Secara alami, buah belimbing di tabulampot biasanya muncul dari ranting, lalu cabang, baru ke batang. Namun, untuk mendapatkan buah belimbing yang besar dan manis, justru buah di ranting dan cabang perlu dihindari.

Buah yang tumbuh di ranting dan cabang cenderung berukuran kecil, bentuknya kurang sempurna, dan rasanya tidak semanis buah di batang. Hal itu berkaitan dengan aliran nutrisi. Ranting dan cabang memiliki penampang lebih kecil dibanding batang, sehingga pasokan nutrisi ke buah lebih terbatas. Semakin besar penampang batang, semakin besar pula aliran nutrisi yang diterima buah. Itulah sebabnya buah yang tumbuh di batang biasanya lebih besar, bentuknya sempurna, dan rasanya lebih manis.

Syarat tanaman

Lantas, bagaimana cara melebatkan belimbing sekaligus mengarahkan buah muncul di batang?Langkah awal bisa dilakukan dengan teknik stres air ringan. Cukup dengan mengeringkan media tanam selama 3—4 hari tanpa penyiraman. Bakal bunga akan bermunculan dari ranting hingga batang. Setelah bunga muncul, dilakukan pemangkasan pucuk.

Semua ujung ranting dipangkas sekitar 1—2 cm dari pucuk. Tujuannya agar nutrisi hasil fotosintesis yang semula digunakan untuk pertumbuhan pucuk dialihkan ke perkembangan bunga. Hasilnya signifikan. Jumlah bunga bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding tanpa pemangkasan. Tajuk dan batang pun tampak diselimuti bunga kemerahan.

Namun, perlakuan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Tanaman sebaiknya sudah berumur lebih dari satu tahun dengan diameter batang minimal 1,5 cm. Jika bunga muncul saat tanaman belum cukup umur, sebaiknya dibuang agar tanaman tidak stres. Untuk menghasilkan belimbing jumbo, kondisi paling aman ketika diameter batang sudah mencapai sekitar 2,5 cm atau tanaman berumur lebih dari dua tahun.

Tahap penting berikutnya dalam cara melebatkan belimbing adalah perompesan bunga. Karena targetnya buah di batang, semua bunga yang muncul di cabang dan ranting harus dibuang. Dengan begitu, nutrisi terfokus pada bunga di batang yang akan berkembang menjadi buah berkualitas.

Sekitar 25—30 hari setelah bunga mekar, muncul buah pentil berukuran sekitar 5 cm. Pada fase ini dilakukan seleksi buah. Pilih buah yang bentuknya sempurna dan sehat, sedangkan buah cacat dibuang. Dalam satu dompol pada tabulampot, cukup dipertahankan satu hingga dua buah agar ukurannya maksimal. Buah terpilih kemudian dibungkus kertas koran atau kertas karbon untuk mencegah serangan hama dan penyakit.

Atur pematangan buah

Agar belimbing berbuah lebat dan optimal, perawatan setelah pembungaan tak kalah penting. Sejak bunga muncul hingga panen, tanaman tidak boleh kekurangan air. Penyiraman dilakukan dua kali sehari hingga media jenuh. Pemupukan menggunakan NPK seimbang 15:15:15 diberikan setiap tiga bulan dengan dosis menyesuaikan umur tanaman dan ukuran pot.

Pupuk daun yang mengandung unsur mikro diaplikasikan dua pekan sekali. Saat tanaman berbunga, komposisi pupuk daun diganti dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) lebih tinggi untuk mendukung pembentukan buah.

Menariknya, pada tanaman berumur dua hingga tiga tahun, tingkat kematangan buah bisa diatur. Caranya dengan mempertahankan dompol bunga secara bertahap setiap minggu sehingga buah matang bergiliran. Setelah panen, komposisi pupuk daun diubah kembali menjadi tinggi nitrogen (N) untuk memulihkan energi tanaman. Dengan pemulihan yang baik, tabulampot belimbing dapat dibuahkan hingga dua kali dalam setahun.

Dengan teknik yang tepat—mulai dari pengaturan stres air, pemangkasan pucuk, perompesan bunga, seleksi buah, hingga pemupukan dan penyiraman teratur—cara melebatkan belimbing bukan lagi hal sulit. Kuncinya ada pada pengaturan nutrisi dan keberanian memangkas demi kualitas buah yang lebih unggul.


Artikel Terbaru

Norwegian Forest Cat: Si Kucing Hutan Skandinavia yang Gagah, Anggun, dan Pemberani

Norwegian Forest Cat atau kucing norwegia dikenal sebagai kucing hutan dari kawasan Skandinavia yang tangguh, berbulu lebat, dan berwibawa....

More Articles Like This