Tuesday, January 27, 2026

Cara Memilih Bibit Porang Berkualitas Prima

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Calon pekebun harus pandai dalam memilih bibit porang. Hal ini karena bibit yang akan ditanam menentukan hasil yang dipanen. Berikut ini kiat memilih bibit porang berkualitas, mulai dari biji, katak, hingga umbi.

Bambang Subekti, Dewan Pembina Pegiat Petani Porang Nusantara (P3N), Cianjur, Jawa Barat, mengatakan, jika menginginkan bibit porang berkualitas atau F1 porang, itu bisa didapatkan dari spora atau biji. Bibit porang dari biji itu paling murni.

Akan tetapi, perlakuan dari biji harus ekstra hati-hati karena berukuran kecil. Dari biji itulah tanaman porang berkualitas dihasilkan. Dari biji juga menentukan kualitas umbi ataupun katak.

Bambang menggunakan jaring penaung 60–70 persen untuk merawat biji dari spora. Artinya, intensitas sinar matahari yang masuk hanya sekitar 30–40 persen. Ketika biji mengeluarkan tunas kedua atau ketiga, kurangi tingkat naungan jaring penaung hingga 50 persen.

“Kalau masih dalam bentuk biji belum kuat menahan paparan sinar matahari secara langsung,” kata Bambang.

Selain itu, petani juga harus mengelompokkan biji (grading) sebelum penanaman. Yang paling bagus kelas A1 berisi 4.500–5.000 biji per 1 kilogram. Lebih dari itu masuk kelas A2.

Lazimnya, grade A1 berasal dari umbi Amorphophallus muelleri yang berusia tiga tahun. Harap mafhum, pada tahun ketiga, tanaman porang mengeluarkan spora yang nantinya diproduksi menjadi biji.

“Kalau dari umbi usia tiga tahunan, biji yang masuk kelas A1 mencapai 80 persen. Sementara umbi berusia sekitar 2 tahun, biasanya masih banyak A2 sehingga kurang bagus,” jelas Bambang.

Besar kecilnya biji memengaruhi pertumbuhan tanaman hingga dewasa. Makin besar ukuran biji, makin bagus kualitas tanaman porang yang tumbuh. Tentu saja pekebun harus merawat intensif.

Adapun untuk bibit dari katak, Bambang menyarankan menggunakan tanaman porang yang melalui satu siklus hidup normal yakni sekitar 6 bulan. Ketika berusia 6 bulan, tanaman porang mengalami dormansi secara sempurna.

Bulbil atau katak itu dibiarkan saja jatuh sendiri dari tanaman dan terkarantina di lahan. Bambang membiarkan katak hingga sebulan di lahan. Setelah itu, ia meletakannya di rak berventilasi.

Selain itu, bibit katak dari tunas pertama dan kedua kurang bagus. Katak berkualitas bagus biasanya dari tunas ketiga sampai ketujuh lantaran katak cukup nutrisi untuk menjadi bibit generatif demi meneruskan keturunan. Jika tidak mengalami siklus hidup normal, bulbil kurang bagus dijadikan bibit.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img