Thursday, February 12, 2026

Dari Susu hingga Daging, Kambing PE Tawarkan Keuntungan Nyata bagi Peternak Kecil

Rekomendasi
- Advertisement -

Produktivitas kambing peranakan etawa (PE) menjadi perhatian utama dalam pengembangan usaha ternak rakyat. Alasannya kambing PE dikenal memiliki potensi ganda sebagai penghasil susu dan daging. Produksi susu kambing PE rata-rata mencapai 629,8 gram per hari pada masa laktasi. Jumlah itu dapat meningkat hingga sekitar 826,3 gram per hari pada fase laktasi awal.

Pertumbuhan kambing PE relatif cepat dengan tingkat adaptasi tinggi terhadap kondisi tropis. Devendra & McLeroy dalam Goat and Sheep Production in the Tropics melaporkan bahwa kambing hasil persilangan etawa dan kambing lokal jawa mampu memanfaatkan pakan hijauan berkualitas rendah sekalipun untuk menopang performa pertumbuhannya. Pada sistem pemeliharaan rakyat, kambing PE dapat mencapai bobot 35—45 kg untuk betina dewasa dan 60—80 kg untuk jantan dewasa. Pertumbuhan yang stabil menjadikan kambing PE cocok dikembangkan di wilayah pedesaan yang memiliki ketersediaan pakan berbasis hijauan alami.

Keunggulan reproduksi juga menjadi faktor penting dalam produktivitas kambing PE. Devendra dalam buku Reproductive Efficiency in Goats menjelaskan bahwa kambing perah tropis, termasuk kambing PE, memiliki angka kelahiran yang tinggi dengan kecenderungan menghasilkan anak kembar terutama pada kondisi nutrisi yang memadai.

Devendra mencatat bahwa interval beranak kambing perah di wilayah Asia Tenggara berada pada kisaran 8—10 bulan, yang memberikan keuntungan produksi karena perputaran generasi berlangsung cepat. Dengan tingkat kesuburan seperti itu, populasi induk dan pejantan unggul dapat ditingkatkan secara stabil pada sistem pemeliharaan rakyat. Dengan begitu usaha pengembangan kambing PE tetap efisien dan menguntungkan bagi peternak skala kecil.

Produktivitas usaha kambing PE sangat dipengaruhi oleh manajemen pakan, kesehatan, dan pemilihan bibit unggul. S. Partodihardjo dalam Ilmu Reproduksi Hewan menegaskan bahwa pemilihan induk dengan kondisi tubuh ideal, pemeriksaan kesehatan reproduksi, serta sanitasi kandang yang baik dapat meningkatkan keberhasilan kebuntingan dan produksi susu.

Penggunaan pejantan unggul, pencatatan performa, dan perbaikan ransum secara berkala menjadi kunci penting dalam mempertahankan produktivitas kambing PE secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan sederhana berbasis sumber daya lokal, kambing PE mampu memberikan nilai ekonomi tinggi bagi peternak rakyat melalui produksi susu harian dan pertumbuhan bobot yang menguntungkan untuk tujuan penggemukan. (Naya Maura Denisa)

Artikel Terbaru

Ancaman Cacing Ascaridia pada Ayam dan Peluang Obat Herbal Indonesia

Infeksi kecacingan Ascaridiosis masih menjadi persoalan serius di industri perunggasan. Selain mengganggu kesehatan ayam, serangan cacing ini juga berujung...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img