Monday, June 15, 2026

Dosen Universitas Padjadjaran Kembangkan Plester Terapi Sariawan Berbahan Alam

Rekomendasi

Trubus.id—Sariawan yang muncul pada area mulut menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa perih akibat sariawan itu cukup menganggu. Lazimnya untuk meredakan sakit itu dengan terapi obat-obatan kimia. Namun memiliki efek samping dalam jangka panjang.

Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika dan Teknologi Farmasi Universitas Padjadjaran Prof. apt. Nasrul Wathoni, S.Si., M.Si., Ph.D berinovasi membuat plester antisariawan. Ia melakukan riset plester untuk terapi sariawan berbahan dasaryang alami.

Tidak hanya aman, produk inovasi itu juga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka pada sariawan. Ulceosan—nama plester antisariawan itu—merupakan proyek hibah Matching Fund Kedaireka. Prof Nasrul dan tim berkerjasama dengan PT Lunaray Cahaya Abadi.

Prof Nasrul menjelaskan bahwa plester antisariawan itu dari bahan alami berbasis biopolymer dari agligat dan kitosan. “Jadi inovasinya itu adalah kita membuat semacam plester untuk di mukosa mulut. Plester ini berbasis biopolymer, kita pilih alginat dan kitosan yang bisa menutupi luka dan bersifat biodegradable,” ujar Prof. Nasrul dari laman UNPAD.

Plester antisariawan kreasi Prof. Nasrul itu juga menjadi alternatif pengganti produk luar negeri yang harganya mahal. Ia menyampaikan bahwa produk itu bisa lebih murah 4 kali lipat dibandingkan dengan produk luar negeri yang beredar di pasaran.

“Plester sariawan yang dibuat adalah produk subsitusi asal Jepang dan Korea Selatan, dengan berbahan dasar dari dalam negeri tentunya harganya akan lebih terjangkau di masyarakat,” kata Prof. Nasrul

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bidang teknologi formulasi ini mengembangkan inovasi alat kesehatan berbahan hydrogel film yakni plester yang mengandung bahan dasar alginate dan kitosan.

Kedua bahan itu tersedia cukup banyak dan keunggulan lain plester tidak mudah larut dan patah ketika digunakan. Ia menjelaskan bahwa hydrogel film itu berbeda dengan plester lain yang lazimnya ada di bagian luar tubuh.

Inovasi plester besutan Prof. Nasrul yang sedang dalam proses hilirisasi itu dapat meluruh dengan sendirinya di dalam luka. Bukan perkara mudah, plester perawatan sariawan itu juga melalui riset yang panjang.

Hasilnya telah terpublikasi pada jurnal internasional. Topik publikasi itu mengenai evaluasi formula dan uji psikokimia hydrogel film. Riset lain uji efikasi pra klinis pada luka di lidah serta mukosa mulut mencit. Tahap terakhir pengujian yang dilakukan pada produk yakni uji klinis.

“Jadi di syaratnya itu harus diuji farmakodinamiknya, uji pra-klinisnya di mencit, kita sudah melalui tahapan-tahapan itu. Jadi semua sudah lengkap, mudah-mudahan bisa segera keluar izin edarnya,” kata Prof. Nasrul.

Ia menjelaskan produk plester antisariawan itu dalam proses melengkapi persyaratan untuk membuat izin edar alat kesehatan. Harapannya adalah produk ini sudah bisa dijumpai di pasaran pada pertengahan tahun 2024 mendatang.


Artikel Terbaru

Sorgum Naik Kelas! Dari Pangan Tahan Iklim ke Industri Bernilai Tinggi

Apakah benar sorgum adalah tanaman masa depan yang menjanjikan, atau justru hanya tren komoditas pertanian yang akan hilang dalam...

More Articles Like This