Budidaya hidroponik di dataran rendah kerap menghadapi kendala serius seperti produksi sulit melonjak cepat. Penyebab utamanya suhu di dalam greenhouse yang umumnya terlalu tinggi, jauh melampaui temperatur ideal sekitar 25°C. Kondisi ini berdampak langsung pada proses fisiologi tanaman.
Pada suhu tinggi, respirasi berlangsung sangat cepat. Karbohidrat yang seharusnya menjadi bahan baku pembentukan asam amino, lalu protein untuk pertumbuhan sel dan jaringan, justru banyak “terbakar” sebagai energi. Akibatnya, bahan bakar untuk pertumbuhan berkurang drastis.
Suhu Tinggi Hambat Pertumbuhan Tanaman
Ketika terlalu banyak karbohidrat direspirasikan, pertumbuhan tanaman menjadi minim. Bahkan bisa stagnan untuk sementara waktu. Untuk mencapai ukuran layak jual, masa perawatan pun menjadi lebih lama. Tak jarang, bentuk tanaman yang dihasilkan kurang ideal. Beberapa mungkin mengalami malformasi atau bentuk yang menyimpang.
Suhu tinggi di dataran rendah umumnya dipicu oleh intensitas cahaya matahari yang besar, bisa melebihi 12.000 foot candles. Jika durasi penyinaran (exposure time) juga panjang, proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi berlangsung semakin cepat.
Energi yang dihasilkan sebenarnya bermanfaat bila digunakan untuk proses pembangunan sel. Namun, dalam banyak kasus, energi tersebut tidak termanfaatkan optimal dan justru terbuang. Salah satu tandanya, ketika helaian daun disentuh terasa panas. Itu menunjukkan tanaman melepaskan kembali energi ke lingkungan tanpa sempat digunakan untuk pertumbuhan.
Memahami Metabolisme Tanaman di Greenhouse
Dalam tubuh tumbuhan berlangsung proses metabolisme, yaitu seluruh rangkaian reaksi kimia yang menopang kehidupan. Metabolisme terbagi menjadi dua proses besar yaitu anabolisme dan katabolisme.
Anabolisme adalah proses pembangunan, seperti fotosintesis dan pembentukan karbohidrat serta protein. Sebaliknya, katabolisme merupakan proses perombakan. Misal penguraian karbohidrat menjadi energi untuk mendukung aktivitas sel, jaringan, dan organ tanaman.
Jika anabolisme lebih besar daripada katabolisme, tanaman akan menunjukkan pertumbuhan yang nyata. Namun, jika katabolisme lebih dominan—seperti yang sering terjadi pada suhu tinggi—pertumbuhan cenderung stagnan. Keseimbangan dua proses ini sangat dipengaruhi oleh temperatur lingkungan.
Di dataran rendah, suhu yang sering kali melebihi batas ideal membuat katabolisme berjalan lebih cepat. Dampaknya, pertumbuhan tanaman hidroponik tidak maksimal.
Strategi Menurunkan Suhu Greenhouse
Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi kendala suhu tinggi dalam budidaya hidroponik di dataran rendah. Petani dan pelaku usaha mencoba menurunkan temperatur di dalam greenhouse dengan berbagai cara. Contoh membasahi lantai, memasang exhaust fan, hingga menggunakan cooling pad.
Konstruksi greenhouse pun dirancang ulang agar sirkulasi udara lebih baik dan suhu dapat turun beberapa derajat. Tujuannya jelas yakni menciptakan kondisi mendekati suhu ideal agar proses anabolisme bisa lebih dominan dibandingkan dengan katabolisme.
Memang, semua strategi itu membutuhkan tambahan biaya. Namun, harga jual produk hidroponik masih bisa ditetapkan secara wajar. Faktanya, sistem ini tetap berjalan baik bahkan terus berkembang.
Peluang Besar Pasar Kota Besar
Banyak kota besar di Indonesia berada di dataran rendah, terutama di wilayah pesisir. Jika areal hidroponik di dataran rendah dapat diperluas, pasokan sayuran segar untuk kota-kota tersebut akan semakin terjamin.
Membangun greenhouse di dataran rendah yang dekat dengan pasar menjadi langkah strategis. Biaya transportasi yang lebih rendah menjadi keuntungan tersendiri dan patut diperhitungkan dalam perencanaan usaha.
Dalam ilmu kimia dikenal prinsip bahwa semakin tinggi temperatur, semakin cepat reaksi kimia berlangsung. Prinsip ini juga berlaku pada tanaman, termasuk dalam budidaya sayuran hidroponik. Tantangannya adalah menjaga agar percepatan reaksi tersebut tetap mendukung pertumbuhan, bukan justru menghambatnya.
Dengan pengelolaan suhu yang tepat, hidroponik di dataran rendah bukan lagi hambatan, melainkan peluang besar untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar di kota-kota besar.
