Tuesday, February 3, 2026

Intip Perjalanan Kolaka Utara Mengembangkan Kakao

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara sohor sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia. Menurut Pj. Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, M.S.P., M.A., perjalanan itu dimulai pada 1990—an saat terjadi kenaikan dolar yang berdampak pada meningkatnya harga barang-barang.

“Fenomena itu justru menjadi anugerah bagi kami karena harga kakao ikut melonjak tinggi. Setelah masa keemasan itu, kakao semakin berkembang dan terjadi pasang surut,” ujar Sukanto Toding. Pada April 2024, terjadi kembali peningkatan harga kakao yang cukup signifikan.

Lebih lanjut, ia menuturkan  secara volume produksi kakao di Kolaka Utara besar. Dari segi luasan lahan kakao mencapai 78.000 hektare. Hal itu menjadikan Kabupaten Kolaka Utara salah satu wilayah terluas di Indonesia untuk penanaman kakao.

“Kalau produktivitas hampir sama dengan daerah lain. Kemudian para petani menyandarkan pendapatan ekonomi pada kakao. Sebetulnya ada pilihan lain seperti cengkih, tetapi yang selalu dominan kakao,” kata Sukanto Toding.

Ia menuturkan sekalipun harga cengkih cukup baik, tetapi tiba-tiba harga kakao lebih tinggi. Hal itu membuat kakao masih mendominasi.

Bahkan pada hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Kolaka Utara ke-20 pada Januari 2024 mengusung  tema cokelatku, hidupku, dan masa depanku. Sukanto Toding menjelaskan pemilihan kata itu menunjukkan harapan besar terhadap pengembangan cokelat di Kolaka Utara.

Cokelatku bermakna pilihan komoditas. “Kita harus menyadari kakao terbesar baik dari segi luasan, produksi, nilai, dan jumlah petani. Cokelat sebuah pilihan utama kita untuk kegiatan ekonomi dan pertanian di Kolaka Utara,” ujar Sukanto Toding.

Kata hidupku bermakna cokelat sebagai sumber kehidupan baik ekonomi maupun pangan. Dari sisi ekonomi, cokelat menjadi basis produksi yang tertinggi di Kolaka Utara. Jadi, seluruh penghidupan ekonomi Kolaka Utara tumbuh dari cokelat.

Ia menuturkan satu tantangan yakni menjadikan cokelat sebagai sumber pangan. Ini masih belum menjadi kesadaran yang luas. Cokelat masih menjadi tanaman yang menghasilkan ekonomi, bukan konsumsi.

Sukanto Toding menuturkan di masa mendatang, pemerintah berupaya untuk menyosialisasikan cokelat menjadi sumber nutrisi Kolaka Utara. Setidaknya ada 10 khasiat cokelat seperti antideperesan dan antioksidan. “Kita harus bisa sosialisasikan cokelat sebagai sumber pangan di masa mendatang,” ujar Sukanto.

Sementara kata ‘masa depanku’ bermakna masyarakat Kolaka Utara ingin menjadikan cokelat selalu sebagai basis perekonomian dan sumber kehidupan yang berkelanjutan. Keberlanjutan dan sustainabilitas biasa dikenal dengan P3 yaitu planet, prosperity, dan people.

Planet artinya cokelat harus bisa kita jaga secara lingkungan, tetap kita kembangkan dan kondusif untuk lingkungan. People berarti keberlanjutan sosial, sedangkan prosperity keberlanjutan dari sisi ekonomi.

“Hanya dengan tiga syarat itu kita bisa menjamin cokelat menjadi bagian penting masyarakat kita,” ujar Sukanto Toring.

Ia menuturkan singkat kata, kita ingin cokelat juga menjadi bagian yang secara emosional terikat bagus dengan masyarakat Kolaka Utara.

“Secara simultan kita perlu juga memperkuat generasi lapisan kedua yaitu petani muda. Kita tidak mau masuk ke lost generation,” ujar Sukanto Toding

Artikel Terbaru

BRIN Temukan 51 Spesies Baru Sepanjang 2025, Perkaya Data Keanekaragaman Hayati Indonesia

Sepanjang 2025, peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mencatat capaian penting dalam...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img