Saturday, February 21, 2026

Kambing Burja, Hasil Silangan Boer–Jawa dengan Pertumbuhan Cepat dan Karkas Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Kambing burja kian dilirik sebagai kambing pedaging unggul. Hasil persilangan kambing boer dan kambing jawa ini dikenal cepat tumbuh, berdaya tahan baik, serta memiliki persentase karkas tinggi. Tak heran, burja menjadi pilihan menarik bagi peternak yang ingin meningkatkan produktivitas ternak secara efisien.

Asal Usul Kambing Burja

Kambing burja merupakan hasil persilangan antara kambing boer asal Australia dan kambing jawa atau kambing kacang lokal Indonesia. Pengembangan burja dimulai pada 2010 oleh Martinus Alexander yang mendatangkan 36 pejantan dan 160 betina kambing boer dari asosiasi penangkar di Australia.

Secara fisik, kambing boer bertubuh besar, panjang, berbulu putih dengan kepala cokelat, serta berkaki relatif pendek. Sementara kambing jawa bertubuh lebih kecil dengan telinga tegak dan dikenal tangguh menghadapi kondisi lingkungan tropis.

Persilangan ini menggabungkan dua karakter unggul. Boer dikenal sebagai kambing pedaging berkualitas dengan pertumbuhan cepat dan karkas tinggi. Sebaliknya, kambing jawa memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca, pakan berkualitas rendah, serta relatif tahan terhadap parasit.

Kambing kacang atau kambing jawa memiliki tingkat reproduktivitas tinggi dan kemampuan adaptasi yang baik. Adapun kambing boer unggul dari sisi ukuran tubuh besar, fertilitas tinggi, musim kawin sepanjang tahun, pertumbuhan cepat, dan kualitas karkas baik.

Persilangan menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas ternak dibandingkan seleksi alami yang berjalan lambat.

Keunggulan Kambing Burja

Keunggulan utama kambing burja terletak pada laju pertumbuhan dan hasil dagingnya.

Bobot lahir burja berkisar 3—3,5 kg. Pertambahan bobot hariannya mencapai sekitar 200 gram per ekor. Pada umur 4 bulan, bobotnya sudah mencapai 20—25 kg per ekor. Sebagai pembanding, kambing jawa pada umur yang sama rata-rata hanya berbobot sekitar 15 kg.

Dari sisi karkas, burja juga unggul. Persentase karkasnya mencapai sekitar 55%. Artinya, dari 100 kg bobot hidup dapat dihasilkan sekitar 55 kg daging. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kambing lokal yang umumnya hanya 45—48%.

Kombinasi pertumbuhan cepat dan karkas tinggi membuat burja menarik untuk usaha penggemukan kambing pedaging.


Artikel Terbaru

Norwegian Forest Cat: Si Kucing Hutan Skandinavia yang Gagah, Anggun, dan Pemberani

Norwegian Forest Cat atau kucing norwegia dikenal sebagai kucing hutan dari kawasan Skandinavia yang tangguh, berbulu lebat, dan berwibawa....

More Articles Like This