Monday, January 26, 2026

Kemitraan Menyejahterakan Petani

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kemitraan menyejahterakan seluruh pebisnis asiri baik petani maupun perusahaan. Itu diungkapkan oleh Fuja Maulana, S.M., direktur utama PT Agri Dewangi Indonusa, produsen minyak serai wangi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Fuja mengatakan kemitraan menguntungkan kedua belah pihak, inti dan plasma. Perusahaan rutin memperoleh pasokan minyak asiri dari para petani mitra. Sementara itu para petani mitra memperoleh jaminan pasar dan harga dari perusahaan.

Perusahaan menjaga harga terendah (bottom price) yang disepakati bersama dengan petani sebelum penyulingan. Namun, jika harga pasaran ternyata di atas harga terendah, perusahaan akan menyesuaikan dengan harga pasar.

Fuja mencontohkan pada Juli 2022 kesepakatan harga antara inti-plasma Rp150.000 per kg minyak serai. Sementara pada saat itu harga di pasaran lebih tinggi, yakni Rp160.000— Rp170.000 per kg. Oleh karena itu, petani pun memperoleh harga lebih tinggi.

Sampai saat ini, Fuja bermitra dengan 10 petani di berbagai daerah seperti Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bogor—semua di Provinsi Jawa Barat.

Perusahaan lain yang menjalankan kemitraan adalah CV Naturi Alam Semesta sejak September 2020. Pemilik perusahaan, Faisal Al Farisi, S.Sos.I. bermitra dengan 300 petani nilam yang tersebar di 13 kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Luas lahan petani rata-rata 0,5 hektare mampu menghasilkan 40—80 kg minyak per sekali panen per hektare. Faisal mensyaratkan tata letak dan kemiringan lahan tidak lebih dari 45—50°.

Selain itu, lahan juga tidak boleh berada di kawasan hutan lindung dan berbahaya seperti tepi sungai berarus deras. Petani memperoleh bimbingan budidaya nilam yang baik dan tepat sasaran.

Selain itu petani mendapatkan harga minimum selama kontrak 5 tahun. Itu harga standar hasil kesepakatan bersama. Ketika harga di pasaran anjlok pun, petani tetap untung. Itulah sebabnya, kesejahteraan petani pun terjamin. Faisal juga menawarkan bantuan permodalan hingga Rp5 juta dan mengembalikan dalam bentuk uang atau minyak nilam.

Dosen Pengelolaan Agribisnis di Politeknik Negeri Lampung, Sri Handayani, S.P., M.E.P. mengatakan bahwa kemitraan harus menguntungkan antarpihak sekaligus memangkas rantai tata niaga yang tidak efektif.

Beberapa pola kemitraan di antaranya inti plasma, sub kontrak, dan Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA). Peran kelembagaan terhadap produksi, keberlanjutan usaha tani, dan kepastian pasar sangat penting untuk kesejahteraan para pelaku industri asiri.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img