Duel ketat dua sexy pink itu layaknya Rossi dan Lorenzo. Kualitas keduanya nyaris berimbang. “Jenisnya sama, penampilannya juga sama-sama rimbun,” kata Gatot Purwoko, juri lomba. Di ajang MotoGP, Yamaha bernomor 46 yang dikebut Rossi—yang lebih senior—menaklukkan Yamaha bernomor 99 yang dikendarai juniornya, Lorenzo.
Pun di ajang lomba aglaonema itu. Sexy pink bernomor pot 16 yang dirawat Songgo Tjahaja akhirnya menaklukkan sexy pink
bernomor pot 17 yang ditangani Edward Ekayono. Songgo dikenal lebih dulu bermain aglaonema daripada Edward. “Sexy pink milik Songgo lebih sehat ketimbang koleksi Edward,” kata Gatot. Itu tercermin dari warna merah koleksi Songgo yang muncul lebih terang dan merata.
Jagoan kecil
Sejatinya sexy pink klangenan Songgo tak hanya bersaing ketat dengan sexy pink milik Edward. Legacy milik Hari Setiawan pun tak bisa diremehkan. Ukurannya memang hanya sepertiga dari sexy pink. Namun, warna merah yang muncul hampir merata tak biasa dijumpai pada varian legacy. Saputan warna emas yang tegas dan ukuran daun optimal membuatnya terkesan elegan. “Legacy yang mengalami penyimpangan biasanya pertumbuhan tak optimal karena jumlah klorofilnya sedikit. Yang ini luar biasa karena pertumbuhannya prima,” kata Nurdi Basuki, juri dari Bogor, Jawa Barat. Jagoan kecil itu puas berada di posisi ke-3 setelah melibas 31 peserta lain yang berukuran raksasa.
Kontes yang digelar di lantai 2 Tamini Square, Jakarta Timur itu juga membuka kelas tunggal dan kelas juvenile yang masing-masing diikuti 45 dan 43 peserta. Kelas tunggal dirajai bidadari milik Hari Setiawan. Lalu disusul rindu milik Chandra di posisi runner up dan yellow compact milik Hari Setiawan di tempat ke-3. Sedangkan kelas juvenile—yang mewadahi peserta berdaun kurang dari 11 helai—dimenangkan hughes milik Henry Biantoro yang berdaun lebar dengan warna tulang daun merah pekat. Ia mengalahkan widuri milik Aris Widodo dan moonlight milik Indri Greg Hambali yang harus puas di posisi ke-2 dan ke-3.
Seminggu berselang, fenomena duo sexy pink terulang di kontes sansevieria yang digelar di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), Jakarta Timur. Bedanya jenis yang sama menduduki posisi 1 dan 3. Di kelas utama trifasciata, juara ke-1 dan 3 sama-sama disabet Sansevieria trifasciata ‘black futura’. Sekilas, futura milik Duta Ong terlihat lebih kompak, tapi jika didekati ada bercak penyakit di beberapa helai daun. Itulah sebabnya ia mesti puas berada di posisi ke-3 dan mengalah pada futura milik Oasis di posisi pertama dan hahnii creasted milik Vito Collection di posisi ke-2.
Kontes yang diadakan oleh Metropolitan Sansevieria Club dan Taman Anggrek Indonesia Permai itu dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan ukuran: utama, madya, dan mini size. Kategori utama dipilah lagi menjadi kelas trifasciata, round leaf—daun bulat, dan flat leaf—daun pipih tebal. Sedangkan kategori madya terdiri dari kelas round leaf dan flat leaf.
Juri Anna Sylvana, Ida Taher, dan Nesia Artdiyasa sepakat persaingan paling ketat terjadi di kelas utama flat leaf. “Semua peserta layak kontes dengan kualitas berimbang,” kata Anna. Di kelas flat leaf, blue leaf milik Tangerang Sansevieria Club bersaing ketat dengan silver blue milik Gatot Purwoko. Juri memutuskan untuk menempatkan blue leaf di posisi pertama lantaran lebih dewasa, arah daun sangat serasi dan tersusun rapat. Daun-daun tua pun masih terpelihara. Silver blue harus puas di posisi kedua.
Perang Sumenep
Perang lidah mertua pun berlangsung di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Di sana 87 lidah mertua beradu dalam 6 kelas kontes yaitu round leaf, flat leaf, prospek, juvenile, trifasciata, dan setek daun. “Kelas prospek, juvenile, dan setek daun dibuka untuk mewadahi pemain baru yang memiliki tanaman muda atau hasil setek,” kata Januar Herwanto, panitia kontes.
Di kontes yang digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-740 Kota Sumenep itu S. pinguicula milik Rasidi HK banyak mencuri perhatian lantaran tampilannya yang rimbun dengan 5 rimpang menyatu dalam pot keramik. Pantas juri Willy Purnawan, Fathiyah Amieni, dan Jojok Dwi Tjahyono menobatkannya menjadi kampiun di kelas round leaf. Yang tak kalah rimbun adalah S. trifasciata ‘twister’ milik Curiosita Malathe yang menjawarai kelas trifasciata. Merekalah bintang-bintang perang daun di penghujung tahun. (Nesia Artdiyasa)
Sexy pink milik Songgo Tjahaja, warna merah terang dan merata modal genggam juara pertama kontes di Tamini Square
Sexy pink milik Edward Ekayono, juara ke-2 kontes di Tamini Square, daun rapat tapi tetap mulus
Foto-foto: Nesia Artdiyasa
Legacy milik Hari Setiawan, penyimpangan warna merahnya istimewa
Bidadari milik Hari Setiawan, daun lebar dan rapat Boncel milik Nursery Q’te, sabet juara 1 lantaran prima dan proporsional
Hughes milik Henry Biantoro, susunan daun simetris ke segala arah
S. robusta milik Del’s Nursery, juara ke-1 mini size
Taman Anggrek Indonesia Permai, ukuran 1/10 dari normal
Black futura milik Oasis, rimbun dan sehat
Blue leaf milik Tangerang Sansevieria Club, daun tua masih terpelihara
Kelas Juara Pemilik Asal
Majemuk
1. Sexy pink Songgo Tjahaja Jakarta Barat
2. Sexy pink Edward Ekayono / Aseng Jakarta Barat
3. Red legacy Hari Setiawan Jakarta Barat
Tunggal
1. Bidadari Hari Setiawan Jakarta
2. Rindu Chandra Tangerang
3. Yellow compact Hari setiawan Jakarta
Remaja
1. Hughes Henry Biantoro/ Poernomo Heri Jakarta Selatan
2. Widuri Aris Widodo Jakarta Selatan
3. Moonlight Indri Greg Hambali Bogor
Ratu Daun di Tamini Square
Kelas Juara Pemilik
Round leaf
1. S. pinguicula Rasidi HK
2. S. patula ‘sky line’ RB Ibnu
3. S. motomo Eureka Rouda
Flat leaf
1. S. ernesty Wiwik Alqaf
2. S. kirkii ‘pulcra coopertone’ Eko
3. S. ehrenbergii ‘katana’ Taman Sains Gai’ Bintang
Prospek
1. S. pinguicula H RB Rahman
2. S ballyi Seto
3. S. lavranos 23251 Yayan
Juvenile
1. S. halii Taman Sains Gai’ Bintang
2. S. balyii ‘minnie’ Fandi Tepay
3. S. kirkii ‘brown’ Yayan
Trifasciata
1. S. trifasciata ‘twister’ Curiosita Malathe Asrena
2. S. hahnii ‘jade’ Scienza Kananga Merka
3. S. hahnii ‘medio pecta’ Inong Se Nyonar
Stek daun
1. S. aubrition Humaniora Citra Resonansi
2. S. parva ‘hyacinth’ Mbah Surip
3. S. ehrenbergii ‘Katana’ Inong Se Nyonar
Bintang Daun di Sumenep
S. pinguicula milik Rasidi HK, juara ke-1 kelas round
leaf di Sumenep, 5 rimpang tersusun serasi
S. halii milik Taman Sains Gai’ Bintang, juara ke-1
kelas juvenile di Sumenep, roset dengan arah dan
ukuran daun serasi
Twister milik Yayan, juara ke-1 kelas trifasciata di
Sumenep, warna kuning dan hijaunya solid
Songgo Tjahaja, berhak boyong uang pembinaan
senilai Rp10-juta
Kelas Kategori Juara Pemilik Asal
Utama
Flat leaf
1. Blue leaf Tangerang Sansevieria Club Tangerang
2. Silver blue Gatot Purwoko Jakarta
3. Katana Duta Ong Jakarta
Round leaf
1. Boncel Nurseri Q’te Jakarta
2. Koko Santi Jakarta
3. Pink bat Eko Putu Bekasi
Trifasciata
1. Black futura Oasis Bogor
2. Hahnii creasted Vito Collection Jakarta
3. Black futura Duta Ong Jakarta
Madya
Flat leaf
1. Lavranos 23251 Del’s Nursery Jakarta
2. Blue leaf Tangerang Sansevieria Club Tangerang
3. Hawaian star Zahra Jakarta
Round leaf
1. S. sufruticosa 1970 Zahra Jakarta
2. S. rorida Tangerang Sansevieria Club Tangerang
3. Johanes berg Tangerang Sansevieria Club Tangerang
Mini size Mini size
1. S. robusta Del’s Nursery Jakarta
2. S. robusta ‘blue’ Diba Jakarta
3. S. trifasciata “laurentii’ Gita Jakarta
Berjaya di Taman Anggrek Indonesia Permai
Nesia Artdiyasa Foto-foto: Koleksi Januar Herwanto
