Budi daya sawi secara hidroponik memungkinkan pertumbuhan sawi lebih cepat dan panen lebih bersih karena akar tidak bersentuhan dengan tanah. Dua sistem populer hidroponik yaitu Nutrient Film Technique (NFT) dan sistem sumbu (wick system). NFT menggunakan aliran tipis larutan nutrisi yang terus mengalir di dasar saluran tanam. Sementara sistem sumbu memanfaatkan sumbu untuk menarik nutrisi ke akar secara pasif. NFT lebih cocok untuk produksi skala besar karena suplai nutrisi stabil dan pertumbuhan tanaman cepat. Adapun sistem sumbu cocok untuk skala rumah tangga karena sederhana dan minim peralatan.
Nutrisi tanaman hidroponik biasanya diberikan melalui AB mix, yaitu larutan yang memisahkan kation (A) dan anion (B) untuk mencegah presipitasi. Komposisi nutrisi AB mix harus mencakup nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, sulfur, serta unsur mikro seperti besi, mangan, dan zinc. Keseimbangan nutrisi penting agar sawi tumbuh cepat dan daun tetap hijau segar.
pH larutan menjadi faktor kritis dalam hidroponik. pH ideal untuk sawi 5,5—6,5 yang memaksimalkan penyerapan unsur hara. Larutan di luar rentang itu dapat menyebabkan defisiensi nutrisi dan pertumbuhan terhambat. Penelitian Saha dan rekan dalam Scientia Horticulturae, menunjukkan bahwa sawi hidroponik dengan pH terkontrol menghasilkan daun lebih lebar, jumlah daun lebih banyak, dan masa panen lebih singkat dibandingkan dengan sistem tanpa pengaturan pH.
Pendekatan hidroponik juga mengurangi risiko hama dan penyakit tanah, sekaligus memungkinkan produksi bersih tanpa pestisida berlebih. Sistem hidroponik NFT dan sistem sumbu, bila dikelola benar, menawarkan pertumbuhan cepat, efisiensi nutrisi tinggi, dan panen berkualitas konsisten bagi sayuran daun seperti sawi. (Naya Maura Denisa)
