Trubus.id—Mahasiswa di Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, meneliti potensi ekstrak buah jenitri (Elaeocarpus sphaericus) dalam mencegah gagal ginjal akut pada anak-anak. Tim peneliti itu Kevin Lensrich, Rahma Aulia, Daniswara Nur Ramadhani, dan Dzaki Hasan Nasrullah, di bawah bimbingan Dr. apt. Rumiyati, S.Si., M.Si.
Daniswara Nur Ramadhani pada laman UGM menuturkan langkah awal riset itu yakni dengan mengekstraksi buah jenitri menggunakan metode ultrasonikasi. Selanjutnya analisis kandungan senyawa flavonoid buah jenitri secara kualitatif dan kuantitatif.
Ia menjelaskan pengujian efek sitotoksisitas ekstrak buah jenitri yakni terhadap sel vero sebagai model sel ginjal. Periset melakukan uji aktivitas antioksidan, uji efek anti-senescence terhadap sel vero, formulasi nanoemulsi ekstrak buah jenitri, dan karakterisasi nanoemulsion-based jelly drink.
Ia menuturkan nanoemulsi ekstrak buah jenitri yang diproses menjadi jelly drink berpotensi memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Musababnya bisa memiliki rasa dan tekstur yang lezat.
“Dengan penelitian ini, kita terus berinovasi untuk membuat sediaan dalam rangka mencegah gagal ginjal akut pada anak-anak,” ujar Daniswara.
Ketua tim peneliti Kevin menuturkan bahwa buah jenitri lazimnya ditemui di Kebumen, Jawa Tengah. Ia menuturkan, “Setelah kita teliti, buah jenitri berpotensi sebagai agen nefroprotektif untuk mencegah terjadinya gagal ginjal akut melalui efek anti-senescence.”
Menurut Rahma Aulia buah jenitri lazimnya dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional seperti menjadi sedian teh, karena sifat antioksidannya. “Sayang, senyawa aktif buah jenitri yang bersifat polar membuat sediaan teh tersebut memiliki kelemahan dalam segi bioavailabilitasnya yang rendah,” katanya.
“Kelemahan dari segi bioavailabilitas ini dapat diatasi dengan memformulasikan ekstrak buah jenitri dalam sediaan nanoemulsi dengan ukuran partikel yang berukuran nano, stabilitas, dan bioavailabilitas yang lebih baik,” ujar Rahma.
