Lazimnya produktivitas kebun singkong milik petani di Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, mencapai 35—40 ton umbi per hektare (ha). Namun hasil panen itu tidak terjadi di kebun singkong kepunyaan Muhammad Lucky Candra. Bukan karena panenan di kebun Lucky lebih kecil dibandingkan dengan jumlah itu. Justru sebaliknya. Lucky berhasil menuai 60—70 ton umbi singkong per ha pada 2022. Dengan kata lain, terjadi peningkatan hasil panen sebesar 71,4% di kebun singkong Lucky.
Ia menanam Manihot esculenta—nama ilmiah singkong—di lahan 15 ha. Dengan begitu, total keseluruhan, Lucky memanen 900 ton—1.050 ton umbi singkong. Ia menjual singkong miliknya ke pabrik produsen tapioka. Kebetulan di sana ada beberapa pabrik pengolahan singkong. Jika harga singkong Rp1.000 per kg, maka ia mengantongi omzet minimal Rp900 juta per siklus budi daya selama 8 bulan. Setelah dikurangi semua biaya produksi, Lucky mendapatkan penghasilan bersih Rp180 juta dari perniagaan singkong miliknya.
NPK Pusri Singkong
Produksi singkong yang meroket salah satu faktor yang membuat Lucky memperoleh pendapatan lebih tinggi daripada petani lainnya. Apa rahasia Lucky sehingga produksi singkong di kebunnya meningkat drastis? Ternyata ia mengandalkan NPK Pusri Singkong dengan formula 17-6-25 sebagai pupuk utama sejak 2021. NPK Pusri Singkong merupakan inovasi dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia. Menurut agronomis Mobil Uji Tanah PT Pupuk Indonesia, Subagus Dwi Fadli, NPK Pusri Singkong merupakan pupuk majemuk yang diformulasikan secara khusus untuk tanaman singkong atau umbi-umbian.
“Keunggulan utama produk itu terletak pada keseimbangan unsur hara makro yang disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis tanaman singkong,” kata Subagus. Lucky memerlukan 7 kuintal NPK Pusri Singkong untuk satu hektare lahan. Pemberian pupuk berbentuk granul itu dua kali yakni pada 14 hari setelah tanam (HST) dan 56 HST sesuai prosedur operasional standar (POS). Ada empat cara aplikasi pupuk di lahan yaitu disebar di atas permukaan tanah, ditaburkan dalam larikan, mengikuti tajuk, dan dibenamkan dalam lubang.
Saat ini Lucky tengah uji coba memberikan NPK Pusri Singkong tiga kali selama satu siklus budi daya. Ia berasumsi saat pertumbuhan awal tanaman singkong tidak terlalu membutuhkan kalium. Maklum kalium dalam NPK Pusri Singkong tergolong tinggi. Oleh karena itu, pada penanaman tahun 2025, ia mengaplikasikan NPK Pusri Singkong saat tanaman berumur satu bulan, tiga bulan, dan lima bulan. “Saya sekarang lebih optimis. Kalau lihat fisik tanaman memang tidak sebagus penanaman sebelumnya. Namun kita cek bagian dalam, sepertinya umbi singkong lebih besar yang sekarang,” kata pria yang juga pemilik kebun sawit dan karet itu.

Bagaimana duduk perkara NPK Pusri Singkong mendongkrak produksi singkong di kebun Lucky? Subagus menjelaskan bahwa pupuk berwarna cokelat kemerahan itu bekerja secara bertahap mengikuti fase pertumbuhan tanaman singkong. Pada fase awal pertumbuhan, nitrogen (N) berperan meningkatkan pembentukan daun dan batang sehingga fotosintesis berjalan maksimal. Energi hasil fotosintesis menjadi sumber utama bagi pertumbuhan akar dan calon umbi. Memasuki fase pembentukan umbi, fosfor (P) berguna memperkuat dan memperluas sistem perakaran sehingga penyerapan hara dan air menjadi lebih optimal.
Umbi mulai terbentuk lebih banyak dan sehat. Pada fase pembesaran umbi, kandungan kalium (K) yang tinggi berfungsi mengatur distribusi hasil fotosintesis ke bagian umbi. Kalium membantu meningkatkan ukuran dan bobot umbi, memperbaiki kualitas pati, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan dan penyakit. “Dengan mekanisme kerja tersebut, penggunaan NPK Pusri Singkong sesuai POS mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai ekonomi singkong,” kata Subagus.
Sesuai demplot
Dalam Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, Pemmy Tumewu dan rekan dari Universitas Sam Ratulangi Manado menjelaskan bahwa tanaman singkong sangat memerlukan fosfor dan kalium yang cukup untuk pembentukan umbi. Jika kedua hara itu tercukupi maka bobot umbi dan kadar pati meningkat serta mengurangi kandungan HCN. Tanaman yang kekurangan fosfor sangat menghambat serapan hara lain termasuk kalium. Fosfor pun dapat meningkatkan jumlah umbi karena sangat diperlukan dalam pembentukan akar tanaman. Adapun kalium menyebabkan pembentukan dan translokasi karbohidrat ke umbi berjalan lancar.
Peningkatan produksi singkong karena penggunaan NPK Pusri Singkong pun sejalan dengan hasil panen demonstration plot (demplot). Peneliti dari Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indah Irmayani dan rekan, dalam World Journal of Advanced Research and Reviews menyatakan bahwa hasil panen singkong petani di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, meningkat menjadi 45 ton per ha dari semula hanya 28,8 ton per ha. Artinya ada lonjakan produksi hingga 56,25%. Selain itu, pendapatan petani di sana juga bertambah menjadi Rp22 juta per ha. Semula hanya Rp11 juta per ha atau terdapat kenaikan 100,6%.
Pengalaman Lucky dan hasil riset mengungkapkan bahwa pembelian NPK Pusri Singkong yang merupakan pupuk nonsubsidi dan berharga lebih tinggi daripada pupuk subsidi pun masih bisa memberikan keuntungan. Semestinya petani tidak ragu lagi menggunakan NPK Pusri Singkong setelah mengetahui kisah Lucky dan petani lain. Meski begitu Lucky mengingatkan bahwa kondisi panen dan harga singkong memengaruhi pendapatan petani. Luas kebun juga menentukan jumlah penghasilan petani.

“Kalau pakai NPK Pusri Singkong, ya kita harus panen di harga yang bagus,” kata Lucky. Harga bagus versi Lucky yakni Rp900—Rp1.000 per kg. Jika harga singkong Rp700—Rp800 per kg, maka petani balik modal. Ia pernah mendapat untung banyak dan pernah merugi Rp80 juta pada Mei 2025 karena sebagian kebun kebanjiran sehingga hasil panen tidak maksimal. Untuk menyiasati harga singkong yang fluktuatif, terutama saat harga rendah, Lucky berencana mengolah singkong miliknya menjadi gaplek sehingga memiliki nilai tambah. Jadi, ia hanya menjual singkong ke pabrik jika harga tengah bagus. Hal itu ia lakukan semata-mata demi mendapatkan keuntungan maksimal.
Banyak petani seperti Lucky yang juga merasakan kegunaan NPK Pusri Singkong untuk meningkatkan produksi singkong. Sebelumnya tim Marketing Support Region Sumbagsel PT Pusri Palembang melakukan demplot di lima kabupaten di Provinsi Lampung. Kelima kabupaten itu yakni Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Way Kanan. Hasil panen di demplot menunjukkan peningkatan produksi singkong sebesar 32,5%—105%.
Kombinasi pupuk
Demplot NPK Pusri Singkong juga menyasar Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Mesuji. Provinsi Lampung dipilih sebagai lokasi demplot karena merupakan sentra produsen cassava—sebutan singkong di pasar global—di Indonesia. Sebetulnya Lucky tidak hanya menggunakan NPK Pusri Singkong saat budi daya singkong. Ia juga memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk dasar. Saat itu Lucky membenamkan sekitar 80 ton pupuk kotoran hewan untuk lahan satu ha.
Bisa dibilang budi daya singkong ala Lucky merupakan kombinasi pupuk organik dan anorganik. Pemberian kompos itu dua tahun sekali. Dalam Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, Pemmy Tumewu dan rekan dari Universitas Sam Ratulangi Manado menyatakan bahwa peran pupuk kandang antara lain menambah kandungan bahan organik serta meningkatkan kesuburan tanah dengan menambah unsur hara tanaman. Selain pemupukan, perawatan tanaman lain yang dilakukan Lucky yakni penyemprotan herbisida setiap dua bulan. Tujuannya membersihkan gulma sehingga singkong menyerap nutrisi secara maksimal.
Untuk penyiraman Lucky hanya mengandalkan hujan. Menurut Lucky budi daya singkong lebih santai ketimbang tanaman hortikultura yang memang memiliki masa budi daya lebih singkat. Ia tertarik menanam singkong karena permintaan banyak dan harga stabil sehingga kebun miliknya meluas hingga 15 ha pada 2022. Sebelumnya ia menanami lahan dengan aneka komoditas seperti jagung, singkong, dan padi. Untuk 2—3 tahun mendatang, ia masih fokus membudidayakan singkong. Yang pasti penggunaan NPK Pusri Singkong membuat Lucky dan petani lain tersenyum bahagia saat hasil panen maksimal berpadu dengan harga yang bagus. (Riefza Vebriansyah)
