Wednesday, January 28, 2026

Perhimpunan Filantropi Indonesia Luncurkan  PFI Chapter Makassar, Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menggelar peluncuran PFI Chapter Makassar melalui Philanthropy Thought Leaders (PTL) ke 17 bertajuk Chapter Makassar untuk Membangun Sinergi Filantropi di tingkat Sub-Nasional bertempat di Wisma Kalla, Kota Makassar pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Peluncuran PFI Chapter Makassar dan diskusi itu merupakan kolaborasi antara Yayasan Hadji Kalla, Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), Inovasi Ketahanan Komunitas (INANTA), Rumah Zakat, dan Human Initiative.

Kegiatan itu menggaungkan peresmian PFI Chapter Makassar kepada pemangku kepentingan dan penggiat filantropi di Sulawesi Selatan serta menyosialisasikan PFI Chapter Makassar sebagai platform untuk memperluas jejaring untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi multi-pihak dalam rangka mendorong pencapaian pembangunan berkelanjutan di tingkat sub-nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Jufri Rahman, M.Si., saat menyampaikan pidato utama mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi peluncuran PFI Chapter Makassar yang diinisiasi oleh Perhimpunan Filantropi Indonesia sebagai wadah untuk membangun jejaring dalam rangka mendorong ko-kreasi dan kolaborasi aksi kolektif di Sulawesi Selatan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami menjadi model pembentukan PFI Chapter di Provinsi Sulawesi Selatan. Kami sangat mendukung inisiatif ini untuk membantu pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan penanganan berbagai tantangan sosial dan budaya, ekonomi dan lingkungan hidup di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan,” ujar Jufri Rahman.

Ia optimis bahwa kehadiran PFI Chapter Makassar dapat menjadi wadah dari berbagai inisiatif yang mampu menjawab permasalahan sosial dan lingkungan yang mendesak dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan prinsip-prinsip berkelanjutan.

Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar saat memberikan sambutan menjelaskan bahwa Sulawesi Selatan,salah satu provinsi dengan potensi ekonomi yang signifikan dan keberagaman sosial dan budaya, menawarkan peluang besar untuk mengembangkan model filantropi yang inovatif dan inklusif.

Ia menuturkan secara geografis dan demografis, Sulawesi Selatan memiliki keunikan tersendiri yang membutuhkan pendekatan filantropi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan lokal.

PFI melihat pentingnya memperkuat kehadiran di wilayah ini melalui pembentukan chapter yang tidak hanya berfungsi sebagai katalisator, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan.

Lebih dari itu, pengembangan chapter ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara sektor filantropi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam mencapai tujuan pembangunan bersama melalui ko-kreasi, kolaborasi, dan aksi kolektif.

Ia menuturkan dengan adanya PFI Chapter Makassar, harapannya akan terjalin kemitraan yang lebih erat dan kolaborasi yang lebih intensif dalam mengatasi isu-isu strategis.

“Selain itu, chapter  akan menjadi platform bagi anggota PFI dan mitra-mitra lainnya untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya dalam rangka meningkatkan dampak sosial dari program-program filantropi yang ada di Sulawesi Selatan,” ujar Rizal.

Rizal menegaskan peluncuran PFI Chapter Makassar itu bukan hanya sekadar sebuah acara seremonial, melainkan juga sebagai simbol komitmen PFI untuk terus memperluas jejaring, mendorong ko-kreasi dan kolaborasi, serta meningkatkan efektivitas gerakan filantropi di Indonesia.

Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif itu harapannya dapat menginspirasi provinsi lain untuk mengembangkan pendekatan filantropi yang lebih strategis dan berbasis pada kebutuhan spesifik daerah.

Direktur Eksekutif Yayasan Bakti, M. Yusran Laitupa menyampaikan bahwa upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab multipihak, antara lain sektor filantropi, sektor swasta dan masyarakat sipil.

“Kami akan terus mengajak dan menggalakkan multipihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung penguatan filantropi dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” ujar Yusran.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img